Minggu, 16 Agustus 2015
14 Tips Supaya T-Shirt Panjang Umur
Oleh Yoseph Kelik
HALO semuanya, selamat pagi, siang ataupun sore... . Eh, mau sedikit nanya nih. Biasanya berapa tahun sih masa pakai t-shirt yang kalian punya? Itu kalau dihitung dari pertama punya atau beli sampai akhirnya si t-shirt yang bersangkutan dipensiunkan ya... .
Hmmm...kalau saya sih punya tiga t-shirt warna hitam yang tergolong panjang umur. Seingat saya, tiga oblong tersebut itu sudah mengabdi sekitar 8-10 tahun. Sampai sekarang pun kaus-kaus itu masih sering. Saya pakai.
Nah, kali ini saya mau berbagi beberapa tips merawat t-shirt. Itu mulai dari cuci, setrika,juga sejumlah saran penggunaannya.
Senin, 06 Juli 2015
Antara Lara Jonggrang dan Katniss Everdeen
![]() |
| KATNISS Everdeen (foto dari giphy.com) |
LANGSING, tinggi, juga memiliki lekuk-lekuk badan yang elok. Sekalipun dari jauh pesonanya tetaplah kentara. Karena itu, belasan tahun bolak-balik melintasi jalan raya utama antara Jogja dan Klaten, ratusan kali sudah saya terpancing menolehkan kepala kepada sosok molek serta anggun ini. Apa lagi, sosok tadi saban hari memang selalu betah berdiri di sisi utara jalan, tak seberapa jauh juga dari aliran Sungai Opak.
Apa saya sedang bercerita tentang cewek, dengan kualifikasi model dan semacamnya? Maaf, bukan. Hmmm memang yakin ada cewek cakep doyan ngetem di pinggir jalan raya antar provinsi sekaligus di pinggir kali? Yah, kecuali yang bersangkutan adalah kondektur bus yang kebetulan cantik atau malah ternyata semacam Si Manis Jembatan
Selasa, 31 Maret 2015
Mbah Kakung dan Sebuah Obituari Untuknya
Oleh Yoseph Kelik
DIA terlahir 85 tahun atau 83 tahun lalu. Jangan tanya tahun mana yang lebih tepat. Jangan pula tanya tanggal lahirnya. Ia lahir dari generasi yang belum menganggap penting catatan rinci tentang tahun lahir, tanggal ulang tahun, apa lagi dokumen semacam akta lahir.
Nama yang diberikan kepadanya semasa kecil adalah Sugiyono, dipanggil Sugi. Setelah menikah, namanya berubah menjadi Karso Giyono. Nama ini pula lah yang tercantum secara resmi di KTP-nya.
DIA terlahir 85 tahun atau 83 tahun lalu. Jangan tanya tahun mana yang lebih tepat. Jangan pula tanya tanggal lahirnya. Ia lahir dari generasi yang belum menganggap penting catatan rinci tentang tahun lahir, tanggal ulang tahun, apa lagi dokumen semacam akta lahir.
Nama yang diberikan kepadanya semasa kecil adalah Sugiyono, dipanggil Sugi. Setelah menikah, namanya berubah menjadi Karso Giyono. Nama ini pula lah yang tercantum secara resmi di KTP-nya.
Minggu, 01 Maret 2015
Jika Perang Bubat Tak Terjadi
Oleh Yoseph Kelik
PERANG Bubat adalah sebuah tragedi terjadi pada 1279 Saka atau1357 Masehi. Rombongan Raja Sunda Galuh tewas seluruhnya di Bubat, sebuah lapangan tempat berkemah para tamu negara Majapahit sebelum datang ke kotaraja. Bubat terletak dekat Pelabuah Canggu, sekian kilometer arah utara dari daerah Trowulan saat ini yang merupakan situs bekas ibukota Majapahit. Kematian orang-orang Sunda itu adalah karena diserang wadyabala Majapahit. Dua pihak tersebut terlibat pertempuran yang tidak berimbang. Rombongan dari Sunda Galuh cuma ratusan orang, sedangkan pasukan Majapahit yang sedang berada di dekat pusat negara mereka sendiri tentu saja mudah mengerahkan tenaga prajurit sampai ribuan orang.
Turut tewas dalam tragedi tersebut adalah Raja Sunda Galuh sendiri, Prabu Linggabuwana, permaisurinya, juga putri mereka yakni sang sekar kedaton Dyah Pitaloka.
![]() |
| PERANG Bubat (foto ilustrasi diambil dari kaskus.co.id) |
PERANG Bubat adalah sebuah tragedi terjadi pada 1279 Saka atau1357 Masehi. Rombongan Raja Sunda Galuh tewas seluruhnya di Bubat, sebuah lapangan tempat berkemah para tamu negara Majapahit sebelum datang ke kotaraja. Bubat terletak dekat Pelabuah Canggu, sekian kilometer arah utara dari daerah Trowulan saat ini yang merupakan situs bekas ibukota Majapahit. Kematian orang-orang Sunda itu adalah karena diserang wadyabala Majapahit. Dua pihak tersebut terlibat pertempuran yang tidak berimbang. Rombongan dari Sunda Galuh cuma ratusan orang, sedangkan pasukan Majapahit yang sedang berada di dekat pusat negara mereka sendiri tentu saja mudah mengerahkan tenaga prajurit sampai ribuan orang.
Turut tewas dalam tragedi tersebut adalah Raja Sunda Galuh sendiri, Prabu Linggabuwana, permaisurinya, juga putri mereka yakni sang sekar kedaton Dyah Pitaloka.
Jumat, 06 Februari 2015
Bukan Cuma Dialami Agus dan Sheila...
Oleh Yoseph Kelik
“SAYA sangat senang berada di sekolah favorit seperti ini.”
Demikian ucap seorang remaja pria bernama Agus tentang perasaannya dapat bersekolah di SMK Negeri 5 Makassar, yang lebih beken di kalangan warga Makassar dengan sebutan STM Pembangunan.
Namun, kenyataannya hari-hari Agus di sekolahnya tak selalu benar-benar terasa menyenangkan. Ia dan kawan-kawannya sesama murid kelas I alias tingkat terbawah tak jarang dimintai uang secara paksa oleh para seniornya dari kelas III. Dalih yang dipakai para kakak kelas itu adalah sodoran stiker yang harus dibeli atau brosur-brosur maupun kegiatan yang pembiayaannya mesti disumbang.
![]() |
| Film Palak Memalak (foto dari kampunghalaman.org) |
“SAYA sangat senang berada di sekolah favorit seperti ini.”
Demikian ucap seorang remaja pria bernama Agus tentang perasaannya dapat bersekolah di SMK Negeri 5 Makassar, yang lebih beken di kalangan warga Makassar dengan sebutan STM Pembangunan.
Namun, kenyataannya hari-hari Agus di sekolahnya tak selalu benar-benar terasa menyenangkan. Ia dan kawan-kawannya sesama murid kelas I alias tingkat terbawah tak jarang dimintai uang secara paksa oleh para seniornya dari kelas III. Dalih yang dipakai para kakak kelas itu adalah sodoran stiker yang harus dibeli atau brosur-brosur maupun kegiatan yang pembiayaannya mesti disumbang.
Minggu, 28 Desember 2014
Natal, Celoteh Tentangnya
Oleh Yoseph Kelik
Natal adalah...
Momen ketika sosok berjanggut dan bermantel merah merebut jatah posisi milik seorang bayi dalam palungan.
Juga ketika kandang domba penampung Maria dan Yusuf dikalahkan oleh cemara plastik berpucuk bintang imitasi dan berbuah bola-bola warna-warni.
*Dari 2 buah twit di akun @sephkelik pada 24 Desember 2014.
Natal adalah...
Momen ketika sosok berjanggut dan bermantel merah merebut jatah posisi milik seorang bayi dalam palungan.
Juga ketika kandang domba penampung Maria dan Yusuf dikalahkan oleh cemara plastik berpucuk bintang imitasi dan berbuah bola-bola warna-warni.
*Dari 2 buah twit di akun @sephkelik pada 24 Desember 2014.
Minggu, 12 Oktober 2014
Kisah 10 Abad Eksistensi Kaum Tionghoa di Nusantara
(Risalah dan Tinjauan atas buku Peranakan Tionghoa di Nusantara: Catatan Perjalanan dari Barat ke Timur tulisan Iwan Santosa)
Oleh: Yoseph Kelik
AWALNYA adalah serangkaian artikel yang terbit mulai dari 13 Agustus 2002 sampai dengan 21 Januari 2012 di koran KOMPAS. Totalnya ada 65 artikel yang penulisannya melibatkan 24 jurnalis tulis maupun foto.
Oleh: Yoseph Kelik
![]() |
| SAMPUL depan buku Peranakan Tionghoa di Nusantara (foto diambil dari situs aspertina.org) |
AWALNYA adalah serangkaian artikel yang terbit mulai dari 13 Agustus 2002 sampai dengan 21 Januari 2012 di koran KOMPAS. Totalnya ada 65 artikel yang penulisannya melibatkan 24 jurnalis tulis maupun foto.
Senin, 25 Agustus 2014
Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrva
Oleh Yoseph Kelik
SAYA rasa umumnya Indonesia mengakrabi kata-kata Bhinneka Tunggal Ika. Soalnya kata-kata tersebut sejak 1950 ditahbiskan sebagai semboyan negara Indonesia, pun lantas turut dicantumkan dalam lambang negara Garuda Pancasila, tepatnya pada bagian pita yang dicengkeram oleh dua kaki si burung garuda.
Perihal semboyan Bhinneka Tunggal Ika setahu saya juga diulang-ulang dalam berbagai pelajaran di sekolah. Perulangan tersebut berlangsung pula saban tahun di berbagai tingkatan kelas. Karena itu saya lebih cenderung yakin kalau orang-orang Indonesia sampai hafal bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu berasal dari kutipan dalam Sutasoma, kitab kuno hasil tulisan Empu Tantular dari zaman Majapahit. Tafsir versi resmi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari pihak Pemerintah terhadap Bhinneka Tunggal Ika, yang aslinya merupakan bagian dari khazanah bahasa Sansekerta, sehingga menjadi "Berbeda-beda, Tetapi Menyatu" dan "Unity in Diversity" pun rasanya nancep di memori orang-orang Indonesia.
Hanya saja, boleh jadi tak semua orang menyadari bahwa Bhinneka Tunggal Ika sejatinya adalah sebuah kalimat yang terpenggal.
![]() |
| GARUDA Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (gambar diambil dari en.wikipedia.org) |
SAYA rasa umumnya Indonesia mengakrabi kata-kata Bhinneka Tunggal Ika. Soalnya kata-kata tersebut sejak 1950 ditahbiskan sebagai semboyan negara Indonesia, pun lantas turut dicantumkan dalam lambang negara Garuda Pancasila, tepatnya pada bagian pita yang dicengkeram oleh dua kaki si burung garuda.
Perihal semboyan Bhinneka Tunggal Ika setahu saya juga diulang-ulang dalam berbagai pelajaran di sekolah. Perulangan tersebut berlangsung pula saban tahun di berbagai tingkatan kelas. Karena itu saya lebih cenderung yakin kalau orang-orang Indonesia sampai hafal bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu berasal dari kutipan dalam Sutasoma, kitab kuno hasil tulisan Empu Tantular dari zaman Majapahit. Tafsir versi resmi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari pihak Pemerintah terhadap Bhinneka Tunggal Ika, yang aslinya merupakan bagian dari khazanah bahasa Sansekerta, sehingga menjadi "Berbeda-beda, Tetapi Menyatu" dan "Unity in Diversity" pun rasanya nancep di memori orang-orang Indonesia.
Hanya saja, boleh jadi tak semua orang menyadari bahwa Bhinneka Tunggal Ika sejatinya adalah sebuah kalimat yang terpenggal.
Jumat, 06 Desember 2013
Karena Masing-Masing Topi Punya Namanya Sendiri
(Pernah dimuat dalam dua seri dengan judul Jangan Cuma Sebut Semuanya Topi di Harian Pagi Tribun Jambi edisi Minggu pada 30 September 2012 serta 7 Oktober 2012)
Oleh Yoseph Kelik
JIKA
ada pertanyaan apa nama tudung penutup kepala? Banyak orang tentu
bakal cepat menyebutkan satu kata dengan empat huruf yakni topi.
Gampang banget kan?
Hmmm,
sepintas memang begitu. Namun, urusannya bakal lain jika mesti
menyebut jenis topi yang dipakai seseorang. Sebab, kenyataannya topi
itu begitu banyak macamnya.
Senin, 25 November 2013
Mengingat Tesla, Edison, dan Jobs
Oleh Yoseph Kelik
DI tengah Amerika Utara, seorang ilmuwan paro baya membangun laboratoriumnya pada pinggir sebuah kota kecil. Pria tadi bereksperimen dengan pembangkit listrik dan jaringannya, membuat kota kecil yang ditinggalinya lantas bermandi cahaya di malam hari.
Semua tadi berlangsung pada tahun-tahun di kuartal terakhir abad XIX. Kala itu, berkah penerangan oleh listrik belumlah jadi menjadi suatu konsumsi massal, apa lagi global. Karena itu, apa yang diperbuat si ilmuwan bagi si kota kecil adalah layaknya mukjizat.
![]() |
| BOHLAM yang kerap menjadi simbol dari ide (foto dari telegraph.co.uk) |
Semua tadi berlangsung pada tahun-tahun di kuartal terakhir abad XIX. Kala itu, berkah penerangan oleh listrik belumlah jadi menjadi suatu konsumsi massal, apa lagi global. Karena itu, apa yang diperbuat si ilmuwan bagi si kota kecil adalah layaknya mukjizat.
Jumat, 22 November 2013
Empat Rekan Sekantor dan Seorang Mertua Menonton Pacu Jawi
(Sambungan dari tulisan Dari Jambi ke Sumatera Barat pada Peralihan November ke Desember sekaligus bagian III tulisan-tulisan catatan perjalanan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.)
Oleh Yoseph Kelik
PERJALANAN yang berawal dari Kota Jambi itu memakan waktu total hampir 14 jam. Setelah bermobil selama itu, saya, Hanif, Wahyu, Wahid, serta Pak Jarwadi akhirnya sampai di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Semua itu adalah berkah panduan Google Maps, tapi ditambah beberapa kali bertanya kepada orang di pinggir jalan.
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| SAPI peserta pacu jawi di Jorong Gurun, Tanah Datar, Sumatera Barat |
PERJALANAN yang berawal dari Kota Jambi itu memakan waktu total hampir 14 jam. Setelah bermobil selama itu, saya, Hanif, Wahyu, Wahid, serta Pak Jarwadi akhirnya sampai di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Semua itu adalah berkah panduan Google Maps, tapi ditambah beberapa kali bertanya kepada orang di pinggir jalan.
Rabu, 31 Juli 2013
Dari Jambi ke Sumatera Barat pada Peralihan November ke Desember
(Sambungan dari tulisan Pinjaman Mobil Sekaligus Pemiliknya sekaligus bagian II tulisan-tulisan catatan perjalanan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara)
Oleh Yoseph Kelik
JUMAT sore, 30 November 2012, adalah waktu keberangkatan bagi rombongan kami, rombongan pelesir yang hendak menonton Pacu Jawi ke Sumatera Barat . Titik kumpul adalah adalah rumah Pak Jarwadi di daerah Bagan Pete di pinggiran Kota Jambi. Saya, Wahyu, serta Wahid sampai di rumah mertua Hanif, kawan sekantor kami, tersebut sekitar pukul 16.30.
Tak seberapa lama setelah sampai, Hanif, saya, Wahyu, juga Wahid, menata tas-tas bawaan di barisan kursi balik belakang mobil Kijang Innova silver yang bakal mengangkut kami ke Sumatera Barat.
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| MOBIL Innova silver milik Pak Jarwadi yang membawa rombongan pelesir ke Sumatera Barat |
JUMAT sore, 30 November 2012, adalah waktu keberangkatan bagi rombongan kami, rombongan pelesir yang hendak menonton Pacu Jawi ke Sumatera Barat . Titik kumpul adalah adalah rumah Pak Jarwadi di daerah Bagan Pete di pinggiran Kota Jambi. Saya, Wahyu, serta Wahid sampai di rumah mertua Hanif, kawan sekantor kami, tersebut sekitar pukul 16.30.
Tak seberapa lama setelah sampai, Hanif, saya, Wahyu, juga Wahid, menata tas-tas bawaan di barisan kursi balik belakang mobil Kijang Innova silver yang bakal mengangkut kami ke Sumatera Barat.
Pinjaman Mobil Sekaligus Pemiliknya
(Bagian Pembuka dari tulisan-tulisan cerita perjalanan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara)
Oleh Yoseph Kelik
TULISAN ini sebenarnya sangat telat saya kerjakan. Seharusnya saya sudah menuliskannya sekitar tujuh bulan silam. Soalnya, ini adalah satu cerita tentang perjalanan semacam tamasya dari Jambi ke Sumatera Barat, yang telah berlangsung pada penghujung 30 November -2 Desember 2012. Namun, dengan berpedoman kepada ungkapan populer “lebih baik telat dari pada tidak sama sekali”, akhirnya saya bikin juga catatan cerita perjalanan tersebut.
Perjalanan ke Sumatera Barat tersebut muncul dari ide rekan sekantor saya kala itu, Hanif. Suatu hari, di antara tanggal-tanggal yang dipunyai bulan Oktober 2012, dia berbagi info tentang adanya event Pacu Jawi,
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| DARI kiri ke kanan: saya (Yoseph Kelik), Hanif, Wahid, dan Wahyu |
TULISAN ini sebenarnya sangat telat saya kerjakan. Seharusnya saya sudah menuliskannya sekitar tujuh bulan silam. Soalnya, ini adalah satu cerita tentang perjalanan semacam tamasya dari Jambi ke Sumatera Barat, yang telah berlangsung pada penghujung 30 November -2 Desember 2012. Namun, dengan berpedoman kepada ungkapan populer “lebih baik telat dari pada tidak sama sekali”, akhirnya saya bikin juga catatan cerita perjalanan tersebut.
Perjalanan ke Sumatera Barat tersebut muncul dari ide rekan sekantor saya kala itu, Hanif. Suatu hari, di antara tanggal-tanggal yang dipunyai bulan Oktober 2012, dia berbagi info tentang adanya event Pacu Jawi,
Kamis, 13 Juni 2013
Pesantren Tegalrejo: Lautan di Lereng Merbabu
(Tulisan ini sebelumnya merupakan laporan reportase lapangan pada 2007 untuk Yayasan Desantara. Untuk pemuatan di blog ini, ada sejumlah pengeditan minor yang dilakukan)
Oleh Yoseph Kelik
PAWIYATAN Budaya Adat (PBA) di rangkaian acara khataman Pesantren Tegalrejo tak ubahnya sebuah festival rakyat. Semua yang hadir dan terlibat punya tafsir dan juga kepentingan sendiri atas festival itu. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang untuk saling bertukar dan saling menyerap antara berbagai kelompok dari kalangan yang berbeda.
“Papan mriki niku ibaratipun segoro. Ireng ditompo, putih nggih ditompo (Tempat ini itu seperti lautan. Hitam diterima, putih juga diterima).”
Ibarat lautan yang bersedia menampung beraneka warna. Begitulah Walno memberikan satu komentar singkatnya tentang perhelatan tahunan PBA di lingkungan API Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang.
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| PERSIAPAN event Pawiyatan Budaya Adat 2007 (foto dari desantara.or.id) |
“Papan mriki niku ibaratipun segoro. Ireng ditompo, putih nggih ditompo (Tempat ini itu seperti lautan. Hitam diterima, putih juga diterima).”
Ibarat lautan yang bersedia menampung beraneka warna. Begitulah Walno memberikan satu komentar singkatnya tentang perhelatan tahunan PBA di lingkungan API Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang.
Sabtu, 08 Juni 2013
Bermula dari Kemben dan Kerudung
(Sambungan dari tulisan Antara Jilbab Lebar dan Jilbab Rapat. Sekaligus juga bagian III dari tiga tulisan yang semula berjudul Gerak Merayap Penutupan Aurat: Catatan Dari Foto-Foto Masa Lalu, dan pernah dimuat di Jurnal Perempuan dan Multikulturalisme, Srinthil, edisi 17, diterbitkan oleh Desantara Foundation Jakarta pada Mei 2009)
Oleh Yoseph Kelik
PALING tidak di Jawa hingga akhir 1970-an, kerudung menempati posisi yang kira-kira dimiliki oleh jilbab saat ini, yakni sebagai busana yang dianggap paling ideal untuk dikenakan oleh para perempuan Muslim.
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| FATMAWATI Soekarno sedang mengenakan kerudung (foto diunduh dari merdeka.com) |
PALING tidak di Jawa hingga akhir 1970-an, kerudung menempati posisi yang kira-kira dimiliki oleh jilbab saat ini, yakni sebagai busana yang dianggap paling ideal untuk dikenakan oleh para perempuan Muslim.
Sabtu, 01 Juni 2013
Antara Jilbab Lebar dan Jilbab Rapat
(Sambungan dari tulisan Jilbab, Arustama Baru Tampilan Perempuan Indonesia. Sekaligus juga bagian II dari tiga tulisan yang semula berjudul Gerak Merayap Penutupan Aurat: Catatan Dari Foto-Foto Masa Lalu, dan pernah dimuat di Jurnal Perempuan dan Multikulturalisme, Srinthil, edisi 17, diterbitkan oleh Desantara Foundation Jakarta pada Mei 2009)
Oleh Yoseph Kelik
SETIDAKNYA dari foto setengah badan mereka, jenis jilbab para wisudawati UGM pada kurun 1991 hingga 2006 dapat dipilah menjadi dua tipe besar.
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| JILBAB (foto diunduh dari www.tempo.co) |
SETIDAKNYA dari foto setengah badan mereka, jenis jilbab para wisudawati UGM pada kurun 1991 hingga 2006 dapat dipilah menjadi dua tipe besar.
Selasa, 28 Mei 2013
Jilbab, Arustama Baru Tampilan Perempuan Indonesia
(Bagian I dari tiga tulisan. Sebelumnya pernah dimuat dengan judul Gerak Merayap Penutupan Aurat: Catatan Dari Foto-Foto Masa Lalu di Jurnal Perempuan dan Multikulturalisme, Srinthil, edisi 17, diterbitkan oleh Desantara Foundation Jakarta pada Mei 2009)
Oleh Yoseph Kelik
![]() |
| JILBAB di sampul tabloid (foto oleh Franciska Anistiyati) |
SEPOTONG halo bersambung selamat siang terucap di bawah pengaruh kental sebuah aksen asing. Bibir seorang perempuan bule paro baya merupakan muasalnya. Sekumpulan anak muda yang tengah sibuk mengerjakan praktek fotografi menjadi tujuannya. Selepas saling bertukar senyum, dua pihak tersebut lantas berbincang sejenak dalam bahasa Indonesia, yang banyak bercampur bahasa Inggris. Usut punya usut, perempuan kulit putih berambut coklat pendek itu bermaksud untuk memotret beberapa orang dari kumpulan yang disapanya.
“Moslem girls.”
Si perempuan bule memberi penjelasan lebih lanjut dalam bahasa Inggris yang kentara berlogat Jerman atau Belanda
Kamis, 23 Mei 2013
Ada Pelatih Britania Raya yang Lebih Hebat dari Fergie
Oleh Yoseph Kelik
SIR Alex Ferguson memang telah memenangkan 49 trofi sepanjang 39 tahun karir manajerialnya. Jelas suatu rekam jejak prestasi yang sangat mentereng. Barangkali piala-piala itu setara dengan seluruh piala milik tiga atau empat klub digabung menjadi satu.
Hanya saja, satu pertanyaan kecil, apa dengan seluruh rentengah piala yang dipunyai SirAlex, kita lantas bisa menabalkannya sebagai manajer sepakbola terbaik se-Britania Raya?
![]() |
| TROFI (foto diambil dari avfc.co.uk) |
SIR Alex Ferguson memang telah memenangkan 49 trofi sepanjang 39 tahun karir manajerialnya. Jelas suatu rekam jejak prestasi yang sangat mentereng. Barangkali piala-piala itu setara dengan seluruh piala milik tiga atau empat klub digabung menjadi satu.
Hanya saja, satu pertanyaan kecil, apa dengan seluruh rentengah piala yang dipunyai SirAlex, kita lantas bisa menabalkannya sebagai manajer sepakbola terbaik se-Britania Raya?
Jumat, 17 Mei 2013
Sir Alex dan 1,26 Trofi Per Tahun
Oleh Yoseph Kelik
MINGGU,19 Mei 2013 bakal jadi satu tanggal yang diingat fans Manchester United sampai bertahun-tahun ke depan. Sir Alex Ferguson menjadikan pertandingan Liga Primer Inggris antara United versus West Bromwich Albion sebagai laga terakhirnya selaku seorang manajer klub sepakbola. Setelah 26 tahun menukangi Sang Manchester Merah, Fergie akhirnya memutuskan pensiun.
Hmmm...kini barangkali banyak manajer dan pelatih klub-klub lain pesaing Manchester United bisa menarik nafas lebih lega. Terbayang akhirnya bahwa kerja mereka bakal lebih ringan he...he...he... .
38 dan 11
Sir Alex memang sosok yang pastinya memusingkan para manajer dan pelatih rivalnya. Itu pun berlangsung bertahun-tahun. Ingat ya, capaian gelar juara aneka event Sir Alex untuk Man U selama 26 tahun adalah 38 trofi.
![]() |
| HALAMAN muka Manchester Evening News, 9 Mei 2013, edisi khusus pensiunnya Sir Alex Ferguson (foto diambil dari digitalspy.co.uk) |
MINGGU,19 Mei 2013 bakal jadi satu tanggal yang diingat fans Manchester United sampai bertahun-tahun ke depan. Sir Alex Ferguson menjadikan pertandingan Liga Primer Inggris antara United versus West Bromwich Albion sebagai laga terakhirnya selaku seorang manajer klub sepakbola. Setelah 26 tahun menukangi Sang Manchester Merah, Fergie akhirnya memutuskan pensiun.
Hmmm...kini barangkali banyak manajer dan pelatih klub-klub lain pesaing Manchester United bisa menarik nafas lebih lega. Terbayang akhirnya bahwa kerja mereka bakal lebih ringan he...he...he... .
38 dan 11
Sir Alex memang sosok yang pastinya memusingkan para manajer dan pelatih rivalnya. Itu pun berlangsung bertahun-tahun. Ingat ya, capaian gelar juara aneka event Sir Alex untuk Man U selama 26 tahun adalah 38 trofi.
Minggu, 10 Maret 2013
Sandal Jepit: Resminya Dibenci, Senyatanya Disukai
Oleh Yoseph Kelik
BAGI kaki-kaki
bersandal jepit, pintu-pintu kantor di Indonesia bukanlah benda yang rela
menjadi pintu biasa. Pintu-pintu itu lebih memilih berlaku layaknya gerbang
perbatasan dari suatu negeri tak ramah. Begitu enggan mengizinkan wilayah di
sebalik pintu untuk dilongok, apa lagi dikunjungi, oleh kaki-kaki bersandal
jepit. Seolah si pintu adalah garis lintang utara 38 derajat, sedangkan wilayah di sebalik pintu itu adalah Korea
Utara.
Penegas status sebagai perbatasan itu lazimnya adalah plakat
atau tempelan kertas, berisi larangan penggunaan sandal jepit.
Langganan:
Postingan (Atom)
















