Oleh Yoseph Kelik
DIA terlahir 85 tahun atau 83 tahun lalu. Jangan tanya tahun mana yang lebih tepat. Jangan pula tanya tanggal lahirnya. Ia lahir dari generasi yang belum menganggap penting catatan rinci tentang tahun lahir, tanggal ulang tahun, apa lagi dokumen semacam akta lahir.
Nama yang diberikan kepadanya semasa kecil adalah Sugiyono, dipanggil Sugi. Setelah menikah, namanya berubah menjadi Karso Giyono. Nama ini pula lah yang tercantum secara resmi di KTP-nya.
Tampilkan postingan dengan label wonogiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wonogiri. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Maret 2015
Sabtu, 12 Januari 2013
Mengenang Tintin dan Sebuah Taman Bacaan
| KOMIK serial Tintin nomor 22, Penerbangan 714 ke Sidney |
MEMBACA Tintin: The Complete Companion mau tak mau ngingetin saya ke zaman masih duduk di bangku SMP. Masa itu terbilang masa keakraban terintim saya dengan komik-komik serial Tintin. Kala itu, saya begitu sering menumpang baca maupun pinjam untuk dibawa pulang di satu taman bacaan sekitar 200 meter dari sekolah saya.
Oh ya, nama taman bacaan itu Hendragiri. Lokasinya tepat di sebelah timur Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Jawa Tengah. Taman bacaan itu termasuk bagian komplek Susteran Carolus Borromeus (CB) di Wonogiri. Pengeloaan taman bacaan tersebut pun ada di tangan para biarawati Katolik.
Tak cuma komik-komik serial Tintin yang dulu kerap saya baca dan pinjam di taman bacaan yang dengar-dengar sekarang sudah tutup itu.
Selasa, 25 Oktober 2011
Wonogiri, dari Peta Naik ke Hati (4: Solo Coret)
![]() |
| KOTA Wonogiri dan Gunung Gandul (foto dari http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=520809&page=34) |
JIKA kini dilihat dari udara, Kota Kabupaten Wonogiri membentuk semacam huruf Y. Bagian awal kota ini, yang berkembang dari awal abad XX sampai dengan sekitar tahun 1980-an adalah kaki si huruf Y, terhampar dari utara ke selatan. Sejak 1980-an perkembangan kota ini lantas cenderung bercabang ke dua arah. Cabang pertama mengarah ke utara dan barat laut alias mengarah ke Sukoharjo dan Solo, cabang kedua mengarah ke timur alias ke arah Ponorogo. Sumbu dari huruf Y itu sendiri adalah Ponten,
Label:
bioskop,
gajah mungkur,
gaplek,
gunung gandul,
jamu,
mete,
solo,
tiwul,
waduk,
wonogiri
Wonogiri, dari Peta Naik ke Hati (3: Sebuah Kabupaten Berbukit-Bukit Kapur)
![]() |
BUKIT kapur di tepi jalan raya antara Kota Kabupaten Wonogiri dan Kota Kecamatan Wuryantoro
(foto diambil dari wartaparanggupito.blogspot.com) |
DAERAH kurang air, tandus, juga penuh dengan bukit-bukit kapur. Rasanya demikian gambaran minus yang kerap segera melintas di bayangan orang dari luar Wonogiri begitu mendengar kata Wonogiri, kabupaten tempat saya berasal. Saya sendiri secara pribadi tak cuma sekali dua kali menemukan secara langsung kejadian semacam itu, yaitu yang menunjukkan atau paling tidak mengindikasikan adanya stereotip minus tentang Wonogiri. Biasanya itu terjadi ketika saya memberitahu teman atau memerkenalkan diri kepada kenalan baru sebagai seorang yang berasal dari Wonogiri.
"O...Wonogiri. Eh, itu yang sering kekeringan ya?" ucap beberapa dari mereka.
Selasa, 27 September 2011
Wonogiri, Dari Peta Naik ke Hati (2: Cerita tentang Manyaran)
![]() |
| Kantor Kecamatan Manyaran |
SEBAGAIMANA Desa Bero saya, kecamatan tempat saya lahir dan tumbuh dewasa yakni Manyaran merupakan sebuah daerah yang bisa dikatakan tanggung. Tak ada keunggulan signifikan darinya. Meski bukan daerah tandus, daerah tersebut jelas bukan merupakan daerah lumbung pertanian, apa lagi memiliki sawah-sawah cantik layaknya di Ubud Bali. Sawah sih ada, tapi tak seberapa luas. Kebanyakan adalah sawah-sawah tadah hujan yang ada di sekitar tepian sungai-sungai kecil yang cuma berair deras di musim penghujan. Sungai-sungai itu pada puncak musim kemarau juga bakal cuma berair pada bagian lubuk-lubuknya. Antara satu lubuk ke lubuk lainnya, air menghilang. Kalaupun ada, itu hanya berupa selokan kecil yang sudah sangat ogah-ogahan mengalirkan air.
Kecamatan yang Tersudut
Kota kecamatan Manyaran tak setiap hari ramai. Momen ramai adalah pada hari pasaran sepekan sekali, juga sekitar Lebaran ketika para perantau asal kecamatan itu sedang mudik. Kios-kios toko di Manyaran sih lumayan banyak. Pasar tradisionalnya yang kira-kira seukuran satu lapangan bola lumayan ramai, terlebih pada hari pasaran ketika aktivitas jual beli lantas menyempitkan jalan raya di depan pasar hingga separo ukuran semula. Namun,
Wonogiri, Dari Peta Naik ke Hati (1: Cerita tentang Bero)
Bagian Pertama dari Lima Tulisan
"RUMPUT pekarangan tetangga selalu terlihat lebih hijau ketimbang rumput pekarangan sendiri."
Ungkapan populer satu ini tentulah pernah anda dengar. Nah, kalau saya punya versi lain dari ungkapan tadi, masih mirip-mirip sih. Versi lain dari saya itu berbunyi "kampung halaman orang terlihat lebih indah ketimbang kampung kita sendiri."Jika dibanding ungkapan aslinya, versi dari saya besar kemungkinan bukan sesuatu yang familiar bagi anda. Tapi, saya harap anda mau berbaik hati memaklumi, setidaknya untuk tulisan ini...he..he...he....
Arti Kampung Halaman
Namun,sebelum terlalu jauh, perbolehkan saya mengajak anda berbincang lebih dahulu tentang "kampung halaman" yang saya maksudkan di sini. Seperti umumnya, istilah tadi merujuk kepada daerah asal atau tempat lahir dan dibesarkan.
Hanya saja, saya di sini mengartikannya dalam versi yang luas. Kampung halaman di sini dapat dimaknai sebagai
Langganan:
Postingan (Atom)



