Tampilkan postingan dengan label liverpool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liverpool. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Salut Saya untuk Fans Espanyol hingga Torino

Oleh Yoseph Kelik
 
SUPORTER di stadion sepakbola (foto diunduh dari boutiquebargains.com)

SIAPA fans klub sepak bola paling top sedunia? Menurut saya sih pemilik gelar itu bukan fans Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United. Bukan pula fans Chelsea, AC Milan, Inter Milan, atau pun Juventus. Lho, kok bisa?

Bagi saya, nggak mengagumkan apa lagi mengagetkan bahwa klub-klub  tadi sangat populer, lalu punya banyak suporter sampai yang kategori penggemar fanatik. Mereka tadi kan klub-klub yang sering banget dapet gelar juara, entah di level domestik, entah di level regional maupun internasional. Pun klub-klub itu tergolong berkasta super tajir, lebih lagi kalau dibandingkan klub-klub bola Indonesia yang masih suka ngarep kucuran dana APBD.

Fans bola paling keren itu menurut saya justru fans klub-klub semacam Everton, Torino, TSV 1860 Muenchen, Espanyol, dan Atletico Madrid.

Rabu, 16 November 2011

Ancelotti dan Hasil-Hasil Dramatik

Bagian Kedua dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

ANCELOTTI dan skuad Milan dalam perayaan kemenangan Liga Champions 2002/2003
(foto dari dailymilan.com) 
MUSIM-musim Milan di bawah kepelatihan Ancelotti masih saya ingat juga kerap diwarnai peragaan kemenangan dramatik dan mematikan di kancah Eropa. Yang saya sebut di sini sebagai kemenangan dramatik adalah kemenangan-kemenangan yang diraih I Rossoneri setelah sebelumnya didahului oleh hasil mengecewakan, kalau tidak bisa disebut hasil yang buruk. Kemenangan-kemengan dramatik itu bagi saya adalah pula pengingat tentang kedahsyatan kemampuan Ancelotti dalam meracik taktik. Kemenangan-kemenangan yang dihasilkan lewat cara membalikkan keadaan itu tentu datang gabungan otak brilian, naluri peka, syaraf baja, hingga hitung-hitungan yang tidak konvensional. Taktik-taktik Ancelotti dalam pertandingan-pertandingan krusial itu ibarat seorang pejudo, yang awalnya terlihat dalam posisi terdesak, namun ternyata malah mampu melakukan gerakan mematikan terhadap lawannya di detik-detik terakhir.

Selasa, 20 September 2011

Tanpa Jersey Bukan Penggemar Sejati...

JULUKAN sebuah tim sepakbola kerap berkaitan dengan pilihan warna serta motif kostum kebanggan mereka. Ini berlaku untuk level klub maupun level tim nasional (tim nasional). AC Milan berkostum utama motif strip vertikal selang-seling merah dan hitam, berjulukan I Rossoneri  alias  Si Merah Hitam dalam bahasa Italia; Manchester United berkostum utama kaos merah berjulukan The Red Devils alias Setan Merah;  Liverpool berkostum utama kaos merah- celana merah, berjulukan The Reds; Timnas Prancis dan klub Chelsea berkostum utama kaos biru , masing-masing memiliki julukan Si Biru yakni Les Bleus dan The Blues; Real Madrid yang berkostum utama kaos putih-celana putih memiliki sebutan dalam bahasa Spanyol Castilia, Los Blancos, yang berarti Si Putih.

Kostum tim atau yang lazim disebut sebagai jersey kerap menjadi simbol identitas dan kebanggan sebuah tim, termasuk di mata para penggemar beratnya. Saking cintanya, setiap tim berganti model jersey, biasanya