Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Menyelundupkan Sepeda ke Dalam Kereta


Oleh Yoseph Kelik
KERETA api Prameks (foto diambil dari republika.co.id)

"LAIN kali nggak boleh ini, Mas. Ini hanya untuk penumpang, bukan angkutan barang."

Kata-kata hardikan ini meluncur dari bibir seorang petugas Polsuska berkumis melintang. Nadanya cukup tajam. Tertuju kepada saya yang memilih memasang tampang bloon.

Hardikan si petugas polsuska itu sendiri bukannya tanpa sebab. Sabtu sore di pertengahan April 2009, di dalam Kereta Api Prameks Jogja-Solo, tempat si bapak berkumis melintang itu berdinas, saya memang melalukan sebuah "kenakalan kecil".

Bukan, bukan mencopet atau kedapatan nggak beli karcis.

Jumat, 06 Januari 2012

Dari Bukittinggi Mampir di Danau Tarusan

Oleh Yoseph Kelik

ROMBONGAN Tur BTW Jambi ketika berhenti sejenak di tepi Danau Tarusan, daerah Kamang Magek
MENDUNG membuat langit di atas Bukitttingi pada Minggu, 25 Desember 2011 pagi cenderung berwarna kelabu. Akibatnya, pancaran sinar matahari jauh dari kata menyengat. Kesejukan khas daerah dataran tinggi pun jadi sungguh terasakan oleh kulit dan tarikan nafas. Dalam pelukan cuaca dan hawa yang terbilang ramah semacam inilah rombongan komunitas Bike To Work (BTW) Jambi meninggalkan areal Lapangan Jam Gadang sekitar pukul 08.00. Acara gowes sepeda Minggu pagi tersebut merupakan puncak acara tur bersepeda di Bukittinggi yang dihelat BTW Jambi dari Sabtu, 24 Desember.

Kamis, 05 Januari 2012

Bersepeda 50 Kilometer di Segarnya Udara Bukittinggi

Oleh Yoseph Kelik

ROMBONGAN Tur BTW Jambi berfoto di depan rumah Ridwan-Nurleli sebelum berangkat bersepeda
"DINGIN tidak semalam?"

Nurleli (55), sang nyonya rumah dan istri dari Ridwan Puar (67) bertanya demikian tak lama seraya menyuguhkan kopi dan kue-kue hangat. Saat itu, suasana seputaran rumahnya di Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Bara, masih gelap. Minggu, 25 Desember 2011 itu baru berumur sekitar empat setengah jam.

Ibu dari empat anak ini menujukan pertanyaan tersebut kepada tak kurang dari 20 orang, termasuk saya, yang telah mengumpul di ruang tengah rumahnya pagi itu. Mereka itu merupakan bagian dari rombongan Bike To Work (BTW) Jambi yang menjalani tur bersepeda di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat pada 24 dan 25 Desember 2011 . Nah, sejak Sabtu sore, rumah pasangan Ridwan dan Nurleli,yang berjarak sekitar 5 kilometer di selatan Kota Bukittingi, menjadi tempat menginap 35 orang dari anggota rombongan BTW Jambi. Belasan orang sisanya dari rombongan itu menginap di sekitar tiga penginapan di Bukittinggi.