Tampilkan postingan dengan label ac milan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ac milan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Oi...Oi...Oi...Andriy Sheva Segna Per Noi...

(Dikembangkan dari 29 Tweets di @sephkelik pada Selasa dini hari, 12 Juni 2012)



Oleh Yoseph Kelik

ANDRIY Shevchenko ketika mencetak gol pertama dari 2 golnya dlm pertandingan Ukraina-Swedia pada Selasa dini hari, 12 Juni 2012
(foto dari mirror.co.uk) 

SENIN malam, 11 Juni  2012 untuk mereka di Eropa Timur sana, atau Selasa dini hari, 12 Juni 2012 untuk mereka di Indonesia. Itu lah saat ketika Andriy Shevchenko mencetak 2 gol dari sundulan. Karena 2 gol itu, Ukraina pun menang 2-1 atas Swedia dalam fase grup Putaran Final Euro 2012. Sungguh penampilan luar biasa dari seorang striker berusia 35 tahun. Sheva sang Tsar, demikian ia pernah dijuluki di masa jayanya 12 sampai 6 tahun lalu, ternyata masih ada, masih bertaji... .

Rabu, 16 November 2011

Ancelotti Tak Lagi Banyak Mencari

Bagian Ketiga dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

VERSI tua dan muda dari Carlo Ancelotti (foto diambil dari static.guim.co.uk)
SAYANGNYA untuk sementara ini, saya dan juga anda sedang tak bisa menyaksikan Ancelotti meracik taktik untuk sebuah tim di jagat sepakbola. Sejak dipecat Roman Abramovich dari kursi pelatih Chelsea pada akhir musim 2010/2011, Carletto memilih mengambil cuti dari keriuhan dunia sepakbola yang juga penuh tekanan. Medio November 2011 ini, Carletto memilih menolak tawaran menukangi klub Prancis Paris Saint Germain (PSG), satu di antara klub Eropa yang sedang ambisius membangun kekuatan setelah beroleh suntikan petrodolar berlimpah dari bangsawan Arab, sama halnya seperti Manchester City di Liga Primer Inggris dan Malaga di Liga Primera Spanyol.


Saya sendiri sekarang seorang yang curiga bahwa sebenarnya tak banyak lagi yang dicari oleh Ancelotti di dunia sepakbola. Ia memang merilis buku autobiografi berjudul Preferisco la Coppa alias I Prefer the Cup, tapi dugaan saya, Ancelotti sebagai pelatih sejatinya tak selapar piala sebagaimana Fergie atau Mou.

Ancelotti dan Hasil-Hasil Dramatik

Bagian Kedua dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

ANCELOTTI dan skuad Milan dalam perayaan kemenangan Liga Champions 2002/2003
(foto dari dailymilan.com) 
MUSIM-musim Milan di bawah kepelatihan Ancelotti masih saya ingat juga kerap diwarnai peragaan kemenangan dramatik dan mematikan di kancah Eropa. Yang saya sebut di sini sebagai kemenangan dramatik adalah kemenangan-kemenangan yang diraih I Rossoneri setelah sebelumnya didahului oleh hasil mengecewakan, kalau tidak bisa disebut hasil yang buruk. Kemenangan-kemengan dramatik itu bagi saya adalah pula pengingat tentang kedahsyatan kemampuan Ancelotti dalam meracik taktik. Kemenangan-kemenangan yang dihasilkan lewat cara membalikkan keadaan itu tentu datang gabungan otak brilian, naluri peka, syaraf baja, hingga hitung-hitungan yang tidak konvensional. Taktik-taktik Ancelotti dalam pertandingan-pertandingan krusial itu ibarat seorang pejudo, yang awalnya terlihat dalam posisi terdesak, namun ternyata malah mampu melakukan gerakan mematikan terhadap lawannya di detik-detik terakhir.

Selasa, 20 September 2011

Tanpa Jersey Bukan Penggemar Sejati...

JULUKAN sebuah tim sepakbola kerap berkaitan dengan pilihan warna serta motif kostum kebanggan mereka. Ini berlaku untuk level klub maupun level tim nasional (tim nasional). AC Milan berkostum utama motif strip vertikal selang-seling merah dan hitam, berjulukan I Rossoneri  alias  Si Merah Hitam dalam bahasa Italia; Manchester United berkostum utama kaos merah berjulukan The Red Devils alias Setan Merah;  Liverpool berkostum utama kaos merah- celana merah, berjulukan The Reds; Timnas Prancis dan klub Chelsea berkostum utama kaos biru , masing-masing memiliki julukan Si Biru yakni Les Bleus dan The Blues; Real Madrid yang berkostum utama kaos putih-celana putih memiliki sebutan dalam bahasa Spanyol Castilia, Los Blancos, yang berarti Si Putih.

Kostum tim atau yang lazim disebut sebagai jersey kerap menjadi simbol identitas dan kebanggan sebuah tim, termasuk di mata para penggemar beratnya. Saking cintanya, setiap tim berganti model jersey, biasanya