Tampilkan postingan dengan label televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label televisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Wonogiri, Dari Peta Naik ke Hati (1: Cerita tentang Bero)




Pasar Desa Bero
Bagian Pertama dari Lima Tulisan


"RUMPUT pekarangan tetangga selalu terlihat lebih hijau ketimbang rumput pekarangan sendiri."


Ungkapan populer satu ini tentulah pernah anda dengar. Nah, kalau saya punya versi lain dari ungkapan tadi, masih mirip-mirip sih. Versi lain dari saya itu berbunyi "kampung halaman orang terlihat lebih indah ketimbang kampung kita sendiri."Jika dibanding ungkapan aslinya, versi dari saya besar kemungkinan bukan sesuatu yang familiar bagi anda. Tapi, saya harap anda mau berbaik hati memaklumi, setidaknya untuk tulisan ini...he..he...he....


Arti Kampung Halaman
Namun,sebelum terlalu jauh, perbolehkan saya mengajak anda berbincang lebih dahulu tentang "kampung halaman" yang saya maksudkan di sini. Seperti umumnya, istilah tadi merujuk kepada daerah asal atau tempat lahir dan dibesarkan.


Hanya saja, saya di sini mengartikannya dalam versi yang luas. Kampung halaman di sini dapat dimaknai sebagai

Selasa, 20 September 2011

Sapi-Sapi Bersuara Macho

SAPI ternyata adalah hewan yang boleh dibilang sering nongol di tivi. Di antara sekian banyak sapi, yang paling kerap tampil adalah jenis sapi perah bertubuh belang hitam putih. Kala berseliweran di tivi, sapi nongol baik dalam versi asli, yakni lengkap berdaging, bisa berak dan kencing, juga punya hasrat untuk kawin. Namun, bisa juga dalam versi "jadi-jadian", yakni diwujudkan dalam rupa animasi, boneka, atau setidaknya lenguhan moo-nya yang khas lantas disulihsuarakan dengan suara manusia.

Ingat dengan sapi bernama Piko dalam program tivi anak tahun 90-an, "Si Komo"? Hmm, atau pernah lihat juga figur sapi yang bisa berakrobat di iklan keju "Kraft"? Nah, sapi-sapi semacam itu yang saya sebut sebagai sapi "jadi-jadian". Sapi versi semacam ini