Tampilkan postingan dengan label champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label champions. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Ada Pelatih Britania Raya yang Lebih Hebat dari Fergie

Oleh Yoseph Kelik
TROFI (foto diambil dari avfc.co.uk)

SIR Alex Ferguson memang telah memenangkan 49 trofi sepanjang 39 tahun karir manajerialnya. Jelas suatu rekam jejak prestasi yang sangat mentereng. Barangkali piala-piala itu setara dengan seluruh piala milik tiga atau empat klub digabung menjadi satu.

Hanya saja, satu pertanyaan kecil, apa dengan seluruh rentengah piala yang dipunyai SirAlex, kita lantas bisa menabalkannya sebagai manajer sepakbola terbaik se-Britania Raya?

Jumat, 17 Mei 2013

Sir Alex dan 1,26 Trofi Per Tahun

Oleh Yoseph Kelik
HALAMAN muka Manchester Evening News, 9 Mei 2013, edisi khusus  pensiunnya  Sir Alex Ferguson
(foto diambil dari digitalspy.co.uk)

MINGGU,19 Mei 2013 bakal jadi satu tanggal yang diingat fans Manchester United sampai bertahun-tahun ke depan. Sir Alex Ferguson menjadikan pertandingan Liga Primer Inggris antara United versus West Bromwich Albion sebagai laga terakhirnya selaku seorang manajer klub sepakbola. Setelah 26 tahun menukangi Sang Manchester Merah, Fergie akhirnya memutuskan pensiun.

Hmmm...kini barangkali banyak manajer dan pelatih klub-klub lain pesaing Manchester United bisa menarik nafas lebih lega. Terbayang akhirnya bahwa kerja mereka bakal lebih ringan he...he...he... .

38 dan 11
Sir Alex memang sosok yang pastinya memusingkan para manajer dan pelatih rivalnya. Itu pun berlangsung bertahun-tahun. Ingat ya, capaian gelar juara aneka event Sir Alex untuk Man U selama 26 tahun adalah 38 trofi.

Minggu, 03 Februari 2013

Salut Saya untuk Fans Espanyol hingga Torino

Oleh Yoseph Kelik
 
SUPORTER di stadion sepakbola (foto diunduh dari boutiquebargains.com)

SIAPA fans klub sepak bola paling top sedunia? Menurut saya sih pemilik gelar itu bukan fans Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United. Bukan pula fans Chelsea, AC Milan, Inter Milan, atau pun Juventus. Lho, kok bisa?

Bagi saya, nggak mengagumkan apa lagi mengagetkan bahwa klub-klub  tadi sangat populer, lalu punya banyak suporter sampai yang kategori penggemar fanatik. Mereka tadi kan klub-klub yang sering banget dapet gelar juara, entah di level domestik, entah di level regional maupun internasional. Pun klub-klub itu tergolong berkasta super tajir, lebih lagi kalau dibandingkan klub-klub bola Indonesia yang masih suka ngarep kucuran dana APBD.

Fans bola paling keren itu menurut saya justru fans klub-klub semacam Everton, Torino, TSV 1860 Muenchen, Espanyol, dan Atletico Madrid.

Rabu, 18 April 2012

Antara Tiki Taka, Zidane, Pirlo, dan Beckham (Bagian I)

Oleh Yoseph Kelik
PERAYAAN FC Barcelona usai memenangkan trofi Liga Champions 2010/2011
(foto dari http://wikinewforum.com/showthread.php?t=106847#.T46cKbM9Xp8)
TIKI taka, siapa penggila sepakbola yang tak mengenalnya? Model permainan sepakbola menyerang  ala Barcelona dan pelatih Josep "Pep" Guardiola tersebut rasanya model permainan paling menyedot atensi orang saat ini. Jika meminjam kosakata dunia per-twitter-an, tiki taka agaknya pantas disebut sebagai satu trending topic dunia sepakbola, yang popularitasnya belum juga surut dalam kurun lima tahun terakhir ini.

Rabu, 07 Maret 2012

Risiko Mengimani Sepakbola Menyerang

Oleh Yoseph Kelik


ARSENAL versus AC Milan (foto diambil dari ojelhtc.blogspot.com)


SEMUA akan baik-baik saja. Malah, sepertinya akan ada hasil yang melampui harapan. Demikianlah pikir saya, sebagai seorang Milanisti, terhadap laga leg 2 babak perdelapan final Liga Champions Eropa antara Arsenal versul AC Milan pada Rabu, 7 Maret 2012 dini hari ini.

Rabu, 16 November 2011

Ancelotti Tak Lagi Banyak Mencari

Bagian Ketiga dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

VERSI tua dan muda dari Carlo Ancelotti (foto diambil dari static.guim.co.uk)
SAYANGNYA untuk sementara ini, saya dan juga anda sedang tak bisa menyaksikan Ancelotti meracik taktik untuk sebuah tim di jagat sepakbola. Sejak dipecat Roman Abramovich dari kursi pelatih Chelsea pada akhir musim 2010/2011, Carletto memilih mengambil cuti dari keriuhan dunia sepakbola yang juga penuh tekanan. Medio November 2011 ini, Carletto memilih menolak tawaran menukangi klub Prancis Paris Saint Germain (PSG), satu di antara klub Eropa yang sedang ambisius membangun kekuatan setelah beroleh suntikan petrodolar berlimpah dari bangsawan Arab, sama halnya seperti Manchester City di Liga Primer Inggris dan Malaga di Liga Primera Spanyol.


Saya sendiri sekarang seorang yang curiga bahwa sebenarnya tak banyak lagi yang dicari oleh Ancelotti di dunia sepakbola. Ia memang merilis buku autobiografi berjudul Preferisco la Coppa alias I Prefer the Cup, tapi dugaan saya, Ancelotti sebagai pelatih sejatinya tak selapar piala sebagaimana Fergie atau Mou.

Ancelotti dan Hasil-Hasil Dramatik

Bagian Kedua dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

ANCELOTTI dan skuad Milan dalam perayaan kemenangan Liga Champions 2002/2003
(foto dari dailymilan.com) 
MUSIM-musim Milan di bawah kepelatihan Ancelotti masih saya ingat juga kerap diwarnai peragaan kemenangan dramatik dan mematikan di kancah Eropa. Yang saya sebut di sini sebagai kemenangan dramatik adalah kemenangan-kemenangan yang diraih I Rossoneri setelah sebelumnya didahului oleh hasil mengecewakan, kalau tidak bisa disebut hasil yang buruk. Kemenangan-kemengan dramatik itu bagi saya adalah pula pengingat tentang kedahsyatan kemampuan Ancelotti dalam meracik taktik. Kemenangan-kemenangan yang dihasilkan lewat cara membalikkan keadaan itu tentu datang gabungan otak brilian, naluri peka, syaraf baja, hingga hitung-hitungan yang tidak konvensional. Taktik-taktik Ancelotti dalam pertandingan-pertandingan krusial itu ibarat seorang pejudo, yang awalnya terlihat dalam posisi terdesak, namun ternyata malah mampu melakukan gerakan mematikan terhadap lawannya di detik-detik terakhir.

Rabu, 09 November 2011

Ancelotti dan Formasi Ber-playmaker Majemuk

Bagian Pertama dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

CARLO Ancelotti dan trofi Liga Champions 2007 yang dimenanginya bersama skuad AC Milan di Athena , 23 Mei  2007 
(foto diambil dari  www.dailymail.co.uk)

MENYEBUT maupun membaca nama pria Italia ini selalu memunculkan semacam desiran rasa hormat di dada saya. Itu berlaku pada apa pun versi namanya yang muncul: Carlo Ancelotti yang merupakan nama lengkapnya, sekadar Ancelotti yang merupakan nama belakangnya, juga Carletto yang merupakan julukan akrabnya.