Selasa, 27 September 2011

Wonogiri, Dari Peta Naik ke Hati (2: Cerita tentang Manyaran)


Kantor Kecamatan Manyaran
Bagian Kedua dari Lima Tulisan


SEBAGAIMANA Desa Bero saya, kecamatan tempat saya lahir dan tumbuh dewasa yakni Manyaran merupakan sebuah daerah yang bisa dikatakan tanggung. Tak ada keunggulan signifikan darinya. Meski bukan daerah tandus, daerah tersebut jelas bukan merupakan daerah lumbung pertanian, apa lagi memiliki sawah-sawah cantik layaknya di Ubud Bali. Sawah sih ada, tapi tak seberapa luas. Kebanyakan adalah sawah-sawah tadah hujan yang ada di sekitar tepian sungai-sungai kecil yang cuma berair deras di musim penghujan. Sungai-sungai itu pada puncak musim kemarau juga bakal cuma berair pada bagian lubuk-lubuknya. Antara satu lubuk ke lubuk lainnya, air menghilang. Kalaupun ada, itu hanya berupa selokan kecil yang sudah sangat ogah-ogahan mengalirkan air.

Kecamatan yang Tersudut
Kota kecamatan Manyaran tak setiap hari ramai. Momen ramai adalah pada hari pasaran sepekan sekali, juga sekitar Lebaran ketika para perantau asal kecamatan itu sedang mudik. Kios-kios toko di Manyaran sih lumayan banyak. Pasar tradisionalnya yang kira-kira seukuran satu lapangan bola lumayan ramai, terlebih pada hari pasaran ketika aktivitas jual beli lantas menyempitkan jalan raya di depan pasar hingga separo ukuran semula. Namun,
keramaian utama dari kota kecamatan itu cuma terpusat pada daerah kurang lebih sepanjang 350 meter antara Puskesmas hingga terminal.

Manyaran sebenarnya berada di daerah perbatasan barat dari Kabupaten Wonogiri. Manyaran berbatasan langsung dua kecamatan lain di luar wilayah Wonogiri. Keduanya adalah Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, serta Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sayangnya, antara Manyaran dan dua kecamatan tadi tak ada jaringan transportasi umum yang reguler. Hubungan antara Manyaran dan dua kecamatan tetangganya itu lebih banyak disokong oleh mobil sewaan, angkot tak resmi plat hitam yang cuma ada hingga sekitar pukul 10.00 di hari pasaran, juga ojek sepeda motor.

Manyaran memang tidak terletak di daerah strategis jalur pertumbuhan utama di Kabupaten Wonogiri. Kecamatan saya itu berada di pojok barat laut Kabupaten Wonogiri. Jalur pertumbuhan utama yang terdekat dengan Manyaran adalah jalan raya penghubung antara ibukota Kabupaten Wonogiri dan kota Kecamatan Eromoko dan Kecamatan Pracimantoro. Titik keterhubungan antara Manyaran dan Jalan Raya Wonogiri-Pracimantoro adalah Pertigaan bernama Cengkal, jaraknya dari Manyaran adalah 7 kilometer. Akhirnya, Manyaran jadi semacam kecamatan yang tersudut.

Kini, jalan raya penghubung antara Manyaran ke Cengkal itu kondisinya sepengetahuan saya rusak parah. Jalan itu penuh lubang-lubang besar dan luar biasa bergelombang, nyaris tak lagi terlihat sisa-sisa kemulusan dari jalan yang sebenarnya pernah diaspal hotmix pada 1992 itu. Beberapa kali sudah terjadi protes tentang kondisi jalan yang rusak parah itu. Protes warga antara lain dengan menanam pohon pisang di bagian jalan yang berlubang besar. Protes-protes itu beberapa kali masuk pemberitaan koran-koran lokal di sana. Demikian setidaknya yang saya tahu dari info yang berseliweran di grup Facebook orang-orang asal Manyaran.

Umbul Nogo dan Wayang
Manyaran yang merupakan satu kecamatan tersudut tak pula memiliki satu objek wisata. Satu tempat yang boleh jadi mendekat kriteria objek wisata di Manyaran adalah Umbul Nogo. Tempat itu berada di pojok timur Kota Kecamatan Manyaran, tepatnya di perbatasan antara Desa Karang Lor dan Desa Gunungan. Ketimbang sebuah objek wisata, ini sebenarnya lebih layak di sebut tempat nongkrong. Namun, pada seputaran Lebaran memang tempat ini bisa ramai oleh pengunjung dan pedagang makanan-minuman dadakan. Pada hari biasa ada juga satu dua pedagang menggelar dagangan makanan ringan, es, serta aneka minuman kemasan, melayani orang yang nongkrong mencari tempat sejuk, juga melayani orang yang mencari tempat pacaran murah meriah. Umbul Nogo, yang juga dikenal dan kerap disebut orang-orang Manyaran dalam versi pendeknya yakni Nogo saja, meliputi satu lembah dan lereng bukit yang asri dengan berbagai pepohonan. Tempat ini memiliki satu sungai kecil berair bening serta dibatasi oleh sawah dan ladang milik  warga.

Umbul Nogo sebenarnya merupakan daerah mata air pemasok air bersih bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Manyaran. Pompa airnya yang bekerja memanfaatkan tekanan besar mata airnya menghasilkan bunyi nyaring berdentam-dentam sepanjang waktu, mirip proses penegakan tiang pancang di proyek pembangunan. Air dari mata air besar itu mengisi pula kolam pemandian yang kerap dipakai untuk keperluan mandi maupun air bersih warga sekitar, mengisi kolam-kolam ikan. Kelimpahan selebihnya di luar semua itu mengalir ke dalam sungai.

Menurut cerita mitos yang beredar mulut mulut di antara warga Manyaran, mata air berair bening dan melimpah ini  muncul setelah terjadi pertarungan pada ratusan atau ribuan tahun lalu  antara naga penunggu daerah itu dengan gajah tunggangan seorang bangsawan dari Pengging, yakni satu kerajaan yang sejauh ini tak tercatat di buku sejarah resmi, tapi banyak dipercaya orang Jawa sebagai negeri kuno dan besar yang ada di sekitar Boyolali.

Berkaitan dengan mitos pertarungan naga versus gajah itu, di Umbul Nogo hingga akhir 1980-an pernah ada satu patung naga kecil bermahkota dan berwarna kelabu kehijaun. Namun, patung kecil itu kemudian hilang terpenggar kepalanya, dicuri seseorang pada suatu malam. Polisi sempat melakukan sedikit perburuan, namun kemudian menghentikan pekerjaannya. Penghentian perburuan itu terjadi seiring muncul informasi bahwa patung naga itu sebenarnya bukan benda purba kala. Malah info lebih lanjutnya menyebutkan bahwa patung itu sejatinya belum bisa dikatakan tua, baru berumur belasan atau puluhan tahun, dan sengaja dibuat untuk mendukung cerita mitos pertarungan naga versus gajah. Yang jelas patung itu sama sekali bukan hasil penjelmaan seekor naga. Ah, kalau benar demikian, kasihan sekali ya orang dulu susah-payah mencurinya di tengah malam gelap yang kira-kira pasti banyak pula nyamuknya....

Potensi paling membanggakan yang disimpan Manyaran sebenarnya justru berupa keberadaan sentra kerajinan tatah sungging alias pembuatan wayang kulit. Sentra kerajinan itu ada di Desa Kepuh Sari. Hasil kerajinan berupa dari mulai wayang sebagimana yang dimainkan para dalang saat berpentas hingga figur wayang hiasan yang digambarkan pada lembaran besar kulit kambing atau lembu. Harga hasil kerajinan tatah sungging ini dalam ukuran satuan saja bisa mencapai jutaan rupiah, belum lagi kalau pesanan berupa satu set wayang lengkap. Seingat saya, anak-anak sekolah dari Desa Kepuh Sari itu kerap didapuk pihak Kecamatan Manyaran menjadi wakil dalam lomba-lomba keterampilan.

Sayangnya, seni kriya elok tak hidup berkembang di desa saya, Bero, justru hidup di kampung tetangga. Jadinya, saya tak benar-benar punya ikatan emosional kuat kepada eksistensi kerajinan itu. BERSAMBUNG KE BAGIAN 3... . (yoseph kelik)


*Foto diambil dari manyaranilike.blogspot.com

Artikel Berkaitan

6 komentar:

  1. Ditunggu cerita : Bedil2-an, "jeguran" di kali Kresak sampai tragedi Wardi...( yen iseh kelingan )

    BalasHapus
  2. Oke requestnya...jih kelingan kok...jih 2 cerita menyusul...

    BalasHapus
  3. sedikit komentar tentang Bero : "Besengek...makanan aneh yang enak "

    BalasHapus
  4. mantab gan tulisane,,,ngomong2 umbul nogo,,mbahku biyen dadi subak no kono gan,,pas aku isih cilik,,,saiki ws pindah no giriwoyo,,,hehehehe...

    BalasHapus
  5. HUBUNGI: 085-628-444-56 / 085-227-623-449
    2.25-17 = Rp. 65.000,-
    2.50-17 = Rp. 65.000,-
    2.75-17 = Rp. 65.000,-
    Ban Murah – Berkwalitas – Made In Indonesia

    TOKO BAN MOJOREJO
    Jl. Raya Watukelir – Semin Km.3 Alascilik (Pule)
    Tegalgiri, Krajan, Weru, Sukoharjo
    (600 meter utara pasar Candirejo-Semin GK)
    Toko sebelah timur jalan.. Habis tanjakan..
    Buka sampai malam.. Hari Besar & Minggu tetap buka..

    Sedia aneka macam olie:
    Shell Adv AX5, Shell Adv SX, Enduro 4T, Federal UT, Federal Flick, Castrol Go, Castrol Activ, Yamalube, Mesran, Evalube 2T, SGO 4T, Top1, AHM MPX1, AHM MPX2

    Menjual berbagai macam Makanan Ringan – Snack Grosiran – Jual kiloan..
    (Singkong bakar, tempe kripik, gadung, stik balado, cumi sayur, lipetan, kripik singkong, manggar pedas, makroni, potato stik, kembang jambu, kacang, dll..)

    Kami sediakan untuk anda segala alat tulis kantor (ATK) & accesories perlengkapan sekolah, jam tangan gaul, kalkulator, perlengkapan pramuka..

    BalasHapus
  6. JEK DO NONGKRONG NO SOR ASEM RA MAS...

    BalasHapus