Tampilkan postingan dengan label solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Menyelundupkan Sepeda ke Dalam Kereta


Oleh Yoseph Kelik
KERETA api Prameks (foto diambil dari republika.co.id)

"LAIN kali nggak boleh ini, Mas. Ini hanya untuk penumpang, bukan angkutan barang."

Kata-kata hardikan ini meluncur dari bibir seorang petugas Polsuska berkumis melintang. Nadanya cukup tajam. Tertuju kepada saya yang memilih memasang tampang bloon.

Hardikan si petugas polsuska itu sendiri bukannya tanpa sebab. Sabtu sore di pertengahan April 2009, di dalam Kereta Api Prameks Jogja-Solo, tempat si bapak berkumis melintang itu berdinas, saya memang melalukan sebuah "kenakalan kecil".

Bukan, bukan mencopet atau kedapatan nggak beli karcis.

Selasa, 25 Oktober 2011

Wonogiri, dari Peta Naik ke Hati (4: Solo Coret)

KOTA Wonogiri dan Gunung Gandul (foto dari
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=520809&page=34)
Bagian Keempat dari Lima Tulisan


JIKA kini dilihat dari udara, Kota Kabupaten Wonogiri membentuk semacam huruf Y. Bagian awal kota ini, yang berkembang dari awal abad XX sampai dengan sekitar tahun 1980-an adalah kaki si huruf Y, terhampar dari utara ke selatan. Sejak 1980-an perkembangan kota ini lantas cenderung bercabang ke dua arah. Cabang pertama mengarah ke utara dan barat laut alias mengarah ke Sukoharjo dan Solo, cabang kedua mengarah ke timur alias ke arah Ponorogo. Sumbu dari huruf Y itu sendiri adalah Ponten,