Selasa, 20 November 2012

Jatuh Cinta Kepada Top Gear Itu Sesuatu Banget

Oleh Yoseph Kelik

TRIO Presenter Top Gear: Richard Hammond, Jeremy Clarkson, dan James May, plus test driver The Stig di latar belakang. (foto dari starpulse.com)

NAMA mereka Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May. Bagi para penggemar Top Gear, program otomotif produksi stasiun televisi plat merah Inggris, BBC, tiga nama tadi tentunya tak asing. Ya, Clarkson, Hammond, serta May, adalah trio presenter di acara Top Gear.

Perkenalan pertama saya dengan tiga Englishman itu terjadi sekitar 2005 atau 2006. "Belajar" nonton Top Gear pas tahun itu saya lakukan via siaran stasiun televisi pertama milik keluarga Bakrie, ANTV. Seingat saya, ANTV kala itu baru saja melakukan perombakan besar program-program acaranya, pula mengganti logo. Nah, satu program baru dihadirkan waktu itu adalah Top Gear.

Jumat, 09 November 2012

Jelajah Seafood di Kuala Tungkal


Oleh Yoseph Kelik


PARI bakar
KUALA Tungkal si ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) boleh jadi sebuah kota yang kecil saja ukurannya. Penduduknya total sekitar 50 ribu orang saja. Berkeliling setiap sudut dan ujungnya pun mungkin cukup dikhatamkam dalam waktu sejam atau sejam setengah.

Namun, kota yang berjarak sekitar 130 kilometer arah timur laut Kota Jambi ini sebenarnya memiliki  spot-spot kuliner menarik. Itu  terlebih lagi dalam soal hidangan laut alias seafood. Maklumlah, kota ini terletak di muara Sungai Pengabuan dan tergolong pula kota pelabuhan

Sepuluh hari lamanya di tengah Oktober 2012, dari tanggal 12 siang sampai dengan tanggal 21 malam, saya sempat berada di kota bandar kecil di pantai timur Sumatera ini. Saya berada di kota yang bisa dijangkau dengan perjalanan mobil selama sekitar tiga jam dari Kota Jambi itu dalam rangka penugasan dari kantor tempat saya bekerja.

Selama di sana, saya tentu saja meluangkan waktu menyambangi tempat-tempat makan penyedia olahan seafood. Mumpung kan... Itu antara lain saya sempatkan bersama sejumlah rekan pada Jumat malam, 12 Oktober, juga pada tiga hari terakhir mulai Jumat siang, 19 Oktober  sampai dengan Minggu sore, 21 Oktober. Tercatat sekitar lima spot kuliner yang saya sambangi ketika itu. Aneka hidangan dari mulai kerang tumis, cumi asam pedas, ikan senangin goreng, hingga ikan pari bakar sempat saya jajal ketika itu.

Minggu, 04 November 2012

Agar Sungguh Jadi Tempat Mencerdaskan dan Mencerahkan

Oleh Yoseph Kelik



Siswi dari Amrik
SAAT itu bulan Mei 2011, jelang masa Ujian Nasional (UN). Seorang kawan sekantor meliput di SMP Negeri 1 Jambi, sebuah SMP favorit di Kota Jambi. Selain mewancarai kepala sekolah dan beberapa guru, mengumpulkan cerita tentang persiapan yang dilakukan SMP tersebut guna menghadapi UN sang penentu kelulusan para murid kelas IX.

Lalu, kawan itu ternyata menemukan satu di antara ratusan murid SMP Negeri 1 Jambi yang ternyata berkewarganegaraan Amerika Serikat, lahir dan memang besar di negara paman Sam itu.

Selasa, 25 September 2012

Oblong: Dari Perang Spanyol-Amerika hingga Marlon Brando


Oleh Yoseph Kelik
OBLONG putih membungkus badan Marlon Brando muda pada 1950-an (foto diambil dari printablesblog.com)

MARI berterima kasih terhadap serangkaian hal yang terjadi di Dunia dalam 13 dasawarsa terakhir. Terima kasih itu tertuju kepada berbagai perang yang dijalan Amerika Serikat sejak penghujung abad XIX, terutama Perang Spanyol-Amerika, Perang Dunia II, juga Perang Vietnam; lalu tertuju juga kepada krisis ekonomi global bernama Malaise 1930; lalu tertuju pula kepada dunia perfilman Hollywood 1950-an dengan dua aktor muda maskot mereka kala itu, Marlon Brando serta James Dean; pada akhirnya juga tertuju kepada gerakan anti perang pada sepanjang 1960-an serta 1970-an.


Itu semua membuat dunia mengenal dan mengakrabi satu busana bernama oblong alias t-shirt: si pakaian berbentuk huruf T tanpa kancing,

Selasa, 18 September 2012

Banjir Soft Drink Impor Negeri Jiran Kala Lebaran

Oleh Yoseph Kelik

NARAYA Cola
INGAT lagu Bang Toyib, yang diceritakan pergi tak pulang ke rumah selama tiga kali Lebaran? Nah, kalau dihitung dari soal Lebaran dan tradisi mudik ke kampung halaman yang menyertainya, saya sepertinya termasuk golongan "Bang Toyib". Soalnya, saya selama hampir tiga tahun bekerja dan tingggal di Jambi ini tak pernah pulang kampung ke Wonogiri pada saat Lebaran.

Hanya saja, jika Bang Toyib disebutkan dalam lagu tak pernah pulang, saya senyatanya dalam kurun hampir tiga tahun itu sempat pulang kampung sebanyak tiga kali. Hanya saja, saya memang  selalu mengambil cuti pulang kampung di luar masa hari raya, baik itu Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru. Itu semua demi mendapatkan tiket pesawat yang lebih terjangkau isi kantong. Dari tiga kali saya mengambil cuti untuk mudik, dua kali di antaranya  justru memilih hari pada seputaran pertengah Februari sampai dengan awal Maret. Cuma cuti II 2012 ini, yang saya ambil antara 4-11 September, terhitung masih berdekatan dengan Lebaran. Itu pun jarak dengan hari Lebarannya sudah dua pekan. Jadi, saya baru mulai mudik ketika sebagian besar orang di Indonesia sudah rampung berarus balik.