Tampilkan postingan dengan label amerika serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amerika serikat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Kekerasan, Penindasan, dan Stockholm Syndrome Komunal


Oleh Yoseph Kelik



DALAM psikologi populer ada istilah stockholm syndrome. Itu adalah untuk menyebut suatu fenomena ketika korban penculikan malah menjadi bersimpati, memiliki penilaian positif, hingga loyal dan membela penculiknya.

Menurut saya, stockholm syndrome itu ternyata tidak cuma berlaku untuk kasus-kasus dengan korban individual atau berjumlah sedikit orang. Stockholm syndrome itu rupanya bisa saja terjadi untuk kasus- kasus dengan korban bersifat komunal alias berjumlah sangat banyak. Termasuk dalam hal ini adalah berlaku dalam skala suku/etnis hingga bangsa.

Pada stockholm syndrome dengan korban-korban bersifat komunal, kasus penculikannya tak bisa lagi dimaknai harafiah. "Penculikan" bertransformasi menjadi kejahatan-kejahatan lain yang berskala jauh lebih besar. Contohnya adalah kekerasan massif atau terus-menerus hingga kejahatan kemanusian luarbiasa semacam genosida.

Dalam versi saya, stockholm syndrome komunal adalah kondisi ketika suatu komunitas tertindas kemudian meniru perilaku penindasnya.

Selasa, 25 September 2012

Oblong: Dari Perang Spanyol-Amerika hingga Marlon Brando


Oleh Yoseph Kelik
OBLONG putih membungkus badan Marlon Brando muda pada 1950-an (foto diambil dari printablesblog.com)

MARI berterima kasih terhadap serangkaian hal yang terjadi di Dunia dalam 13 dasawarsa terakhir. Terima kasih itu tertuju kepada berbagai perang yang dijalan Amerika Serikat sejak penghujung abad XIX, terutama Perang Spanyol-Amerika, Perang Dunia II, juga Perang Vietnam; lalu tertuju juga kepada krisis ekonomi global bernama Malaise 1930; lalu tertuju pula kepada dunia perfilman Hollywood 1950-an dengan dua aktor muda maskot mereka kala itu, Marlon Brando serta James Dean; pada akhirnya juga tertuju kepada gerakan anti perang pada sepanjang 1960-an serta 1970-an.


Itu semua membuat dunia mengenal dan mengakrabi satu busana bernama oblong alias t-shirt: si pakaian berbentuk huruf T tanpa kancing,