![]() |
BUKIT kapur di tepi jalan raya antara Kota Kabupaten Wonogiri dan Kota Kecamatan Wuryantoro
(foto diambil dari wartaparanggupito.blogspot.com) |
DAERAH kurang air, tandus, juga penuh dengan bukit-bukit kapur. Rasanya demikian gambaran minus yang kerap segera melintas di bayangan orang dari luar Wonogiri begitu mendengar kata Wonogiri, kabupaten tempat saya berasal. Saya sendiri secara pribadi tak cuma sekali dua kali menemukan secara langsung kejadian semacam itu, yaitu yang menunjukkan atau paling tidak mengindikasikan adanya stereotip minus tentang Wonogiri. Biasanya itu terjadi ketika saya memberitahu teman atau memerkenalkan diri kepada kenalan baru sebagai seorang yang berasal dari Wonogiri.
"O...Wonogiri. Eh, itu yang sering kekeringan ya?" ucap beberapa dari mereka.
