Minggu, 03 Februari 2013

Mengelus Dada karena Omongan Daming dan Tawa Para Anggota DPR

Oleh Yoseph Kelik

(foto diunduh dari 123rf.com)
 
SEORANG pria berusia paro abad menghadap kepada para anggota parlemen republik ini pada Senin, 14 Januari 2013. Tuan dan puan yang ia sowani adalah para anggota Komisi III.

Sang pria paro abad itu sendiri adalah seorang hakim senior, menjabat sebagai pemimpin di sebuah Pengadilan Tinggi di satu provinsi di Luar Jawa. Hal yang membuatnya datang ke Senayan pada Senin itu adalah keharusan menjalani uji kepantasan dan kelayakan di hadapan para anggota Komisi III DPR RI dari.

Sabtu, 12 Januari 2013

Mengenang Tintin dan Sebuah Taman Bacaan

KOMIK serial Tintin nomor 22, Penerbangan 714 ke Sidney
Oleh Yoseph Kelik



MEMBACA Tintin: The Complete Companion  mau tak mau ngingetin saya ke zaman masih duduk di bangku SMP. Masa itu terbilang  masa keakraban terintim saya dengan komik-komik serial Tintin. Kala itu, saya  begitu sering menumpang  baca maupun pinjam untuk dibawa pulang  di  satu taman bacaan sekitar 200 meter dari sekolah saya.

Oh ya, nama taman bacaan itu Hendragiri. Lokasinya tepat di sebelah timur Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Wonogiri, Jawa Tengah. Taman bacaan itu termasuk bagian komplek Susteran Carolus Borromeus (CB) di Wonogiri. Pengeloaan taman bacaan tersebut pun ada di tangan para biarawati Katolik.

Tak cuma komik-komik serial Tintin yang dulu kerap saya baca dan pinjam di taman bacaan yang dengar-dengar sekarang sudah tutup itu.

Tintin, Wartawan yang Nyaris Tak Pernah Mengetik Berita


BUKU Tintin: The Complete Companion edisi bahasa Indonesia
Oleh Yoseph Kelik


PADA pekan pertama dan kedua Januari 2013 ini, saya sedang sedang membaca Tintin: The Complete Companion tulisan Michael Farr. Ini adalah buku panduan dan analisis terhadap serial komik Tintin kreasi komikus Belgia, Herge yang bernama asli Georges Remi. Versi yang saya baca adalah edisi berbahasa Indonesia terbitan 2011 dari Gramedia Pustaka Utama. Buku 205 halaman ini adalah hasil penerjemahan dari edisi berbahasa Inggris cetakan 2001 milik Penerbit Moulinsart.

Tintin: The Complete Companion membahas secara lengkap seluruh komik “anggota keluarga besar” serial bertokoh utama wartawan berambut jambul itu. Farr mengulas secara rinci mulai dari seri pertama terbitan 1929, Petualangan Tintin di Tanah Sovyet, sampai dengan yang  terakhir alias seri kedua puluh empat, Tintin dan Alpha-Art, yang pengerjaannya belum rampung ketika Herge meninggal dunia pada 1983.

Dalam buku panduan ini, hampir setiap seri komik Tintin beroleh satu bab khusus untuk pembahasannya.

Sabtu, 29 Desember 2012

1 Hari Tak Selalu 24 Jam

Oleh Yoseph Kelik

JAM weker (foto dari www.fantom-xp.com)


SATU hari adalah satuan waktu yang setara dengan 24 jam. Itu adalah
dihitung  sejak selepas tengah malam, dengan sejamnya sepanjang 60
menit. Demikianlah pembagian waktu ala Barat yang menjadi mainstream pada masa
kini.

Aslinya malah dalam tatacara Barat ada pembagian dua terhadap waktu
satu hari, yakni ada AM (Ante Meridiem) dan PM (Past Meridiem). AM
adalah paro pertama yang berlaku dari tengah malam sampai tengah hari,
sedangkan PM adalah paro kedua yang berlaku dari tengah hari hingga
tengah malam.

Hanya saja, pembagian waktu sehari sama dengan 24 jam yang dihitung
mulai dari tengah malam ternyata tak selalu berlaku di semua wilayah
serta zaman.

Jumat, 14 Desember 2012

Toko Kopi Ahok: Tempat Menemukan Semangat Pagi di Pojok Simpang Jelutung

Oleh Yoseph Kelik

TOKO Kopi Ahok di Simpang Jelutung, Kota Jambi (foto oleh Hanif Burhani)
SARAPAN yang menyenangkan konon dapat menjadi awal bagi hari yang menyenangkan pula. Sepiring menu dengan isi sedang, cukup bisa mengganjal perut, tapi juga tak sampai bikin kekenyangan, serta secangkir kopi susu hangat, boleh jadi adalah contoh kombinasi menu yang pas.

Di antara sekian tempat makan penyedia sarapan di Kota Jambi, Toko Kopi Ahok di pojok Simpang Empat Jelutung boleh jadi spot oke untuk menemukan pilihan menu semacam itu. Untuk menu utama sarapan, sepiring mie celor di sana jadi contoh menu yang saya rekomendasikan. Kuahnya kental segar dan tentu saja gurih. Potongan daging dipotong dadu yang ditaburkan di atas gundukan mienya pun menurut saya sedikit lebih besar ketimbang di beberapa menu serupa di tempat makan yang lain.