Minggu, 04 November 2012

Agar Sungguh Jadi Tempat Mencerdaskan dan Mencerahkan

Oleh Yoseph Kelik



Siswi dari Amrik
SAAT itu bulan Mei 2011, jelang masa Ujian Nasional (UN). Seorang kawan sekantor meliput di SMP Negeri 1 Jambi, sebuah SMP favorit di Kota Jambi. Selain mewancarai kepala sekolah dan beberapa guru, mengumpulkan cerita tentang persiapan yang dilakukan SMP tersebut guna menghadapi UN sang penentu kelulusan para murid kelas IX.

Lalu, kawan itu ternyata menemukan satu di antara ratusan murid SMP Negeri 1 Jambi yang ternyata berkewarganegaraan Amerika Serikat, lahir dan memang besar di negara paman Sam itu.

Selasa, 25 September 2012

Oblong: Dari Perang Spanyol-Amerika hingga Marlon Brando


Oleh Yoseph Kelik
OBLONG putih membungkus badan Marlon Brando muda pada 1950-an (foto diambil dari printablesblog.com)

MARI berterima kasih terhadap serangkaian hal yang terjadi di Dunia dalam 13 dasawarsa terakhir. Terima kasih itu tertuju kepada berbagai perang yang dijalan Amerika Serikat sejak penghujung abad XIX, terutama Perang Spanyol-Amerika, Perang Dunia II, juga Perang Vietnam; lalu tertuju juga kepada krisis ekonomi global bernama Malaise 1930; lalu tertuju pula kepada dunia perfilman Hollywood 1950-an dengan dua aktor muda maskot mereka kala itu, Marlon Brando serta James Dean; pada akhirnya juga tertuju kepada gerakan anti perang pada sepanjang 1960-an serta 1970-an.


Itu semua membuat dunia mengenal dan mengakrabi satu busana bernama oblong alias t-shirt: si pakaian berbentuk huruf T tanpa kancing,

Selasa, 18 September 2012

Banjir Soft Drink Impor Negeri Jiran Kala Lebaran

Oleh Yoseph Kelik

NARAYA Cola
INGAT lagu Bang Toyib, yang diceritakan pergi tak pulang ke rumah selama tiga kali Lebaran? Nah, kalau dihitung dari soal Lebaran dan tradisi mudik ke kampung halaman yang menyertainya, saya sepertinya termasuk golongan "Bang Toyib". Soalnya, saya selama hampir tiga tahun bekerja dan tingggal di Jambi ini tak pernah pulang kampung ke Wonogiri pada saat Lebaran.

Hanya saja, jika Bang Toyib disebutkan dalam lagu tak pernah pulang, saya senyatanya dalam kurun hampir tiga tahun itu sempat pulang kampung sebanyak tiga kali. Hanya saja, saya memang  selalu mengambil cuti pulang kampung di luar masa hari raya, baik itu Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru. Itu semua demi mendapatkan tiket pesawat yang lebih terjangkau isi kantong. Dari tiga kali saya mengambil cuti untuk mudik, dua kali di antaranya  justru memilih hari pada seputaran pertengah Februari sampai dengan awal Maret. Cuma cuti II 2012 ini, yang saya ambil antara 4-11 September, terhitung masih berdekatan dengan Lebaran. Itu pun jarak dengan hari Lebarannya sudah dua pekan. Jadi, saya baru mulai mudik ketika sebagian besar orang di Indonesia sudah rampung berarus balik.

Minggu, 29 Juli 2012

Tren Foto Levitasi Merambah Jambi


Oleh Yoseph Kelik

SIGE Auregia berpose membaca buku dalam posisi seakan melayang dalam foto levitasi karya pegiat JDCC, Digdoyo Putro

TREN foto levitasi, yakni foto yang menampilkan keberadaan sosok yang seakan melayang atau terbang di udara, mulai merambah Kota Jambi. Foto-foto levitasi sendiri menjadi tren sejak muncul di Jepang akhir 2010, kemudian menyusul populer di Indonesia, antara lain di Jakarta sejak sekitar medio 2011. Sejak awal tahun 2012 akhirnya mulai ada penghobi fotografi di Kota Jambi yang menekuni pembuatan foto-foto semacam itu.

Contoh dari para penghobi fotografi yang mulai gemar menghasilkan karya levitasi adalah antara lain Digdoyo Putro, Riko Mappedeceng, dan Sulhan Iskandar. Ketiganya kebetulan merupakan sejawat sesama pegiat di komunitas fotografi  Jambi Digital Camera Club (JDCC). Namun, tiga pria itu merintis jalan dan proses mereka masing-masing dalam berlevitasi ria.

Kamis, 26 Juli 2012

Selama Operasi Andi Tetap Terjaga


Oleh Yoseph Kelik
OPERASI Awake Craniotomy di RSUD Raden Mattaher Jambi pada Rabu, 25 Juli 2012
(Foto dari jambi.tribunnews.com oleh Fotografer Tribun Jambi, Hanif Burhani)

INSTALASI Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Kota Jambi terlihat nian sibuknya pada Rabu (25/7) siang itu. Ruang-ruang operasi di dalamnya tampak berisikan aktivitas para tenaga medis berbalut setelan-setelan baju steril warna hijau ataupun biru muda. Biarpun tengah hari itu, juga dalam sebulanan ini, banyak dari mereka tak sedang beroleh berlimpah asupan makanan dan minuman sebagai sumber tenaga dan konsentrasi. Maklum, hari- hari puasa Ramadan berlaku pula di antara para punggawa medis di sana.

Ruang OK1
Bagi saya, itu sungguh mengingatkan kepada adegan-adegan dalam ER, serial televisi dari kanal televisi NBC dari  Amerika Serikat, yang tayang dari 1994 sampai dengan 2009, pula memoncerkan nama aktor George Clooney. Namun, pada Rabu itu, Ruang OK1 Instalasi Bedah Sentral RSUD Raden Mattaher memberikan cerita yang tak kalah menakjubkan ketimbang episode-episode ER

Di tengah Ruang OK 1, di atas sebuah ranjang operasi, ada seorang pria berusia 28 tahun terbaring telentang.