Senin, 05 Desember 2011

Ikan Senggung dan Eksotisme dari Kesederhanaan (Sebuah Tulisan tentang Makanan Khas Jambi)

Oleh Yoseph Kelik


IKAN senggung ketika dimasak di atas bara kecil.
(foto oleh Hanif Burhani, diambil dari situs tribunjambi.com)
LEBIH baik jangan coba mencari menu ikan senggung di berbagai restoran atau warung makan di Kota Jambi. Hampir pasti adalah perjuangan sias-sia yang bakal membikin anda pusing tujuh keliling.


Menu olahan ikan ini memang tidak tersedia di restoran maupun warung makan umumnya. Namun, saya rasa anda tak bakal menyesal jika sampai bisa mencicipi menu khas Jambi ini, yang memang terbilang istimewa dari segi cara masaknya tersebut.

Minggu, 04 Desember 2011

Kocaknya Ernest Bersambung Sembilan Lagu dari Ello


Oleh Yoseph Kelik

ELLO ketika tampil di New Grand Club Jambi pada Minggu, 4 Desember 2011, dini hari
(Foto oleh Hanif Burhani, diambil dari situs tribunjambi.com)

HOME band bervokalis dua perempuan berok pendek dan seorang pria bertopi fedora itu undur dari panggung New Grand Club Jambi ketika Sabtu, 3 Desember 2011, tinggal berusia sekitar semenit.  Terima kasih kepada mereka. Aksi rancak mereka selama sekitar sejam sejak pukul 23.00 lumayan memanaskan suasana event ELECTROVISION malam itu.

Senin, 21 November 2011

Joker yang Menang, Batman jadi Pecundang

Oleh Yoseph Kelik


PARA pemain timnas U23 Indonesia sehabis dikalahkan Malaysia pada Final SEA GAMES XXVI
(Foto diambil dari mediaindonesia.com)


SAMA-sama di Senayan, juga sama-sama kalah adu penalti. Itulah nasib serupa tim nasional sepakbola Indonesia pada SEA GAMES XXVI 2011 dengan pendahulunya dari 14 tahun lalu, tim nasional SEA GAMES XIX 1997.

Rabu, 16 November 2011

Ancelotti Tak Lagi Banyak Mencari

Bagian Ketiga dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

VERSI tua dan muda dari Carlo Ancelotti (foto diambil dari static.guim.co.uk)
SAYANGNYA untuk sementara ini, saya dan juga anda sedang tak bisa menyaksikan Ancelotti meracik taktik untuk sebuah tim di jagat sepakbola. Sejak dipecat Roman Abramovich dari kursi pelatih Chelsea pada akhir musim 2010/2011, Carletto memilih mengambil cuti dari keriuhan dunia sepakbola yang juga penuh tekanan. Medio November 2011 ini, Carletto memilih menolak tawaran menukangi klub Prancis Paris Saint Germain (PSG), satu di antara klub Eropa yang sedang ambisius membangun kekuatan setelah beroleh suntikan petrodolar berlimpah dari bangsawan Arab, sama halnya seperti Manchester City di Liga Primer Inggris dan Malaga di Liga Primera Spanyol.


Saya sendiri sekarang seorang yang curiga bahwa sebenarnya tak banyak lagi yang dicari oleh Ancelotti di dunia sepakbola. Ia memang merilis buku autobiografi berjudul Preferisco la Coppa alias I Prefer the Cup, tapi dugaan saya, Ancelotti sebagai pelatih sejatinya tak selapar piala sebagaimana Fergie atau Mou.

Ancelotti dan Hasil-Hasil Dramatik

Bagian Kedua dari Tiga Tulisan Profil Tentang Carlo Ancelotti


Oleh Yoseph Kelik

ANCELOTTI dan skuad Milan dalam perayaan kemenangan Liga Champions 2002/2003
(foto dari dailymilan.com) 
MUSIM-musim Milan di bawah kepelatihan Ancelotti masih saya ingat juga kerap diwarnai peragaan kemenangan dramatik dan mematikan di kancah Eropa. Yang saya sebut di sini sebagai kemenangan dramatik adalah kemenangan-kemenangan yang diraih I Rossoneri setelah sebelumnya didahului oleh hasil mengecewakan, kalau tidak bisa disebut hasil yang buruk. Kemenangan-kemengan dramatik itu bagi saya adalah pula pengingat tentang kedahsyatan kemampuan Ancelotti dalam meracik taktik. Kemenangan-kemenangan yang dihasilkan lewat cara membalikkan keadaan itu tentu datang gabungan otak brilian, naluri peka, syaraf baja, hingga hitung-hitungan yang tidak konvensional. Taktik-taktik Ancelotti dalam pertandingan-pertandingan krusial itu ibarat seorang pejudo, yang awalnya terlihat dalam posisi terdesak, namun ternyata malah mampu melakukan gerakan mematikan terhadap lawannya di detik-detik terakhir.