Rabu, 04 Juli 2012

Chef Jelita Pulang Kampung



Oleh Yoseph Kelik dan Wahid Nurdin
FARAH Quinn beberapa saat sebelum memulai demo masak dalam acara Sparkling Day di Citraland NGK Jambi  




LAKI-LAKI maupun perempuan, tua-muda hingga bocah kecil, menyemut di Lokasi Proyek Citraland NGK Jambi. Demikianlah pemandangan di calon "kota kecil" di daerah Mayang tersebut pada Minggu (1/7) mulai dari pagi sekitar pukul 09.00.

Ratusan orang itu  adalah para pengunjung serta peserta lomba-lomba dalam helatan event Sparkling Day . Anak-anak mengikuti lomba mewarnai maupun bermain di kastil lenting. Para ibu dan para gadis mengikuti lomba memasak. Contohnya adalah pasangan dua sekawan Anggun (19) dan Thamyla (20) yang meracik masakan Cumi Asam Manis  serta Crepes Durian.  Lalu, para bapak dan para anak muda seperti Riko Mappedeceng (30) serta M Rasyid Ridho (17) yang mengikuti kontes foto arsitektur. Orang-orang selebihnya yang tak turut berlomba wira wiri melihat pameran perumahan, menengok kumpulan rumah contoh yang telah dibangun, menjajal aneka makanan-minuman yang disediakan pantia acara, juga tak ketinggalan menikmati suguhan musik live yang dimainkan Tia, Toto, Iqbal, serta Haris dari panggung di tengah komplek perumahan.

Namun, tak bisa disangkal pesona yang membuat ratusaan orang itu mengumpul dan terus bertahan di Citraland NGK, tak memedulikan paparan terik matahari, adalah asa untuk dapat menyaksikan secara langsung sosok Farah Quinn.

Selasa, 26 Juni 2012

Ketika Rainbow Cake Jadi Keik Sejuta Umat...


(Hasil Penggabungan Plus Pengembangan dari 5 Tulisan yang Dimuat di Halaman 9 dan 10 Harian Pagi Tribun Jambi edisi Minggu, 24 Juni 2012)


Oleh Yoseph Kelik
RAINBOW Cake (foto dari www.az-cakes.com)


NAMANYA indah dibaca, elok pula terdengar telinga. Wujudnya pun berlapis-lapis dengan lima sampai enam macam warna, teramat menggoda mata. Itulah rainbow cake alias keik pelangi, sejenis kue anyar yang dalam waktu singkat mampu menjangkitkan euforia mengudap kepada para penghuni berbagai kota di Indonesia.

Ini kurang lebih mirip dengan yang pernah terjadi ketika brownis kukus muncul dan sangat digilai orang beberapa tahun lalu.  Malah, agaknya jauh melebih antusiasme orang kepada klapertaart serta cupcake kala sedang naik daun beberapa waktu silam.

Selasa, 12 Juni 2012

Oi...Oi...Oi...Andriy Sheva Segna Per Noi...

(Dikembangkan dari 29 Tweets di @sephkelik pada Selasa dini hari, 12 Juni 2012)



Oleh Yoseph Kelik

ANDRIY Shevchenko ketika mencetak gol pertama dari 2 golnya dlm pertandingan Ukraina-Swedia pada Selasa dini hari, 12 Juni 2012
(foto dari mirror.co.uk) 

SENIN malam, 11 Juni  2012 untuk mereka di Eropa Timur sana, atau Selasa dini hari, 12 Juni 2012 untuk mereka di Indonesia. Itu lah saat ketika Andriy Shevchenko mencetak 2 gol dari sundulan. Karena 2 gol itu, Ukraina pun menang 2-1 atas Swedia dalam fase grup Putaran Final Euro 2012. Sungguh penampilan luar biasa dari seorang striker berusia 35 tahun. Sheva sang Tsar, demikian ia pernah dijuluki di masa jayanya 12 sampai 6 tahun lalu, ternyata masih ada, masih bertaji... .

Senin, 28 Mei 2012

Cerita tentang Batik Kuno dari Nurlaini


Oleh Yoseph Kelik
BATIK kapal kompeni tergelar di atas lembaran batik patolah Jambi di
Ruang Tekstil Storage Museum Negeri Jambi (foto oleh Hanif Burhani) 

NURLAINI sang Kepala Seksi Pengelolaan Koleksi Museum Negeri Jambi membuka sebuah laci kabinet di sudut ruang kerjanya. Ia lalu memilih satu renceng anak kunci dari sekian renceng yang ada di dalam laci kabinet tadi.

Lalu, ia mengajak saya, rekan saya fotografer Hanif Burhani, juga Amalia Siregar sang Juara 3 Duta Batik Jambi 2012, untuk berjalan keluar. Kami pun lantas mengekor sosok yang pada Kamis pagi, 29 Maret  2012 itu mengenakan setelan batik warna hijau tersebut. Sepuluh langkah berbelok ke kiri dari ruangannya, Nurlaini berhenti dan menyorongkan anak kunci ke lubang kunci yang ada di pintu di depannya.

"Ini namanya ruang tekstil," ucap wanita paro baya yang lahir dan besar di Sumatera Barat tersebut.

Jumat, 25 Mei 2012

Punya Relief Sejarah Paling Detail di Jambi

(Tulisan tentang Monumen Tentara Pelajar Sriwijaya)



Oleh Yoseph Kelik

MONUMEN TP Sriwijaya di Simpang Sado, Kawasan Pasar, Kota Jambi (foto dari http://jambi.tribunnews.com/2012/05/24/sejenak-menengok-monumen-tentara-pelajar-sriwijaya-berita-foto)

MONUMEN Pelajar Pejuang Tentara Pelajar Sriwijaya demikianlah nama lengkap komplek taman dan monumen seluas 810 meter persegi ini. Warga Kota Jambi yang biasa berkendara maupun berjalan kaki di seputaran Kawasan Pasar tentunya pernah melintas dan melihat monumen tersebut. Pasalnya, lokasi monumen ini ada di tengah Simpang Sado, pertemuan antara Jalan dr Sutomo dan Jalan dr Wahidin. Dengan begitu, si monumen sebenarnya ada di satu jalur lingkar utama Kawasan Pasar.