Rabu, 04 Juli 2012

Chef Jelita Pulang Kampung



Oleh Yoseph Kelik dan Wahid Nurdin
FARAH Quinn beberapa saat sebelum memulai demo masak dalam acara Sparkling Day di Citraland NGK Jambi  




LAKI-LAKI maupun perempuan, tua-muda hingga bocah kecil, menyemut di Lokasi Proyek Citraland NGK Jambi. Demikianlah pemandangan di calon "kota kecil" di daerah Mayang tersebut pada Minggu (1/7) mulai dari pagi sekitar pukul 09.00.

Ratusan orang itu  adalah para pengunjung serta peserta lomba-lomba dalam helatan event Sparkling Day . Anak-anak mengikuti lomba mewarnai maupun bermain di kastil lenting. Para ibu dan para gadis mengikuti lomba memasak. Contohnya adalah pasangan dua sekawan Anggun (19) dan Thamyla (20) yang meracik masakan Cumi Asam Manis  serta Crepes Durian.  Lalu, para bapak dan para anak muda seperti Riko Mappedeceng (30) serta M Rasyid Ridho (17) yang mengikuti kontes foto arsitektur. Orang-orang selebihnya yang tak turut berlomba wira wiri melihat pameran perumahan, menengok kumpulan rumah contoh yang telah dibangun, menjajal aneka makanan-minuman yang disediakan pantia acara, juga tak ketinggalan menikmati suguhan musik live yang dimainkan Tia, Toto, Iqbal, serta Haris dari panggung di tengah komplek perumahan.

Namun, tak bisa disangkal pesona yang membuat ratusaan orang itu mengumpul dan terus bertahan di Citraland NGK, tak memedulikan paparan terik matahari, adalah asa untuk dapat menyaksikan secara langsung sosok Farah Quinn.
Sang chef jelita nan seksi yang moncer sejak mengampu acara memasak "Ala Chef" di Trans TV tersebut memang diundang Grup Ciputra sebagai bintang tamu event Sparkling Day. Ketika hari kian siang, kian mendekat pukul 11.00, waktu yang konon menjadi jatah Farah Quinn menampilkan kebolehannya memasak, para pengunjung Sparkling Day pun makin banyak mengumpul maupun wira-wiri di depan panggung. Melihat hal itu, Dendy Denmar sang MC pun melontarkan candaan kepada para penonton.

"Sebelum Farah Quinn datang silakan foto kompornya dulu..." Demikian seloroh Dendy yang lantas membuat partnernya dalam membawakan acara hari itu, MC Susan, tak pula bisa menahan diri untuk tersenyum.

Beberapa menit lewat dari pukul 11.00, Farah Quinn yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di Citraland NCK. Para pengunjung acara pun lantas merubungnya, dengan masing-masing berjuang mengajak sang chef cantik berfoto bersama. Maka, menjadi sebuah perjuangan tersendiri bagi pihak penyelenggara event untuk memandu Farah menuju bangunan rumah contoh di pojok klaster Saralla, tempat Farah sejenak memersiapkan diri sebelum tampil di atas panggung. Adegan berisi tim penyelenggara acara yang susah payah menerobos kerumunan pengunjung pun berulang lagi saat Farah diantar dari rumah contoh menuju panggung.

Kehadiran Farah Quinn ke atas panggung dengan naik dari sisi sebelah kanan disambut sapa oleh pasangan MC Dendy dan Susan. Suasana di atas panggung menjadi begitu cair karena ternyata Farah dan Dendy saling mengenal secara pribadi. Dendy lantas membeber satu cerita di hadapan penonton bahwa sebenarnya Farah pada dasarnya orang Jambi juga. Jadi, pada dasarnya hari itu merupakan hari Farah pulang kampung.

"SMP-nya di SMP Negeri 7 Jambi," kata Farah menyahut pertanyaan Dendy tentang SMP tempat bersekolahnya dulu. Kata-kata Farah tadi segera saja memunculkan seru ceria dan tepuk tangan dari arah penonton.

Untuk beberapa lama, Farah pun bercerita bahwa ia lulus dari SMP Negeri 7 Jambi. Dulu, ia tinggal di Telanaipura, tepatnya di daerah belakang Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Sambungnya kemudian, ia sebelumnya terakhir kali datang ke Jambi adalah pada 1998 silam.  Ia sempat pula berkomentar bahwa dirinya kaget bahwa Jambi sekarang menjadi kota yang terhiasi macet di beberapa bagiannya

Selepas cerita singkat tadi, Farah pun memulai sesi demo masaknya. Untuk para pengunjung Sparkling Day, ia memeragakan dua macam menu. Pertama adalah Salmon Cake, kedua adalah Snapper Bumbu Bali. Namun, di kala tangannya menangani peracikan bahan makanan dan bumbu, Farah tetap mampu berbagi cerita tentang berbagai hal dari dirinya. Dari mulai cerita tentang dikirim orangtuanya bersekolah ke luar negeri pada usia 16 tahun, masa kuliahnya di jurusan Finance Indiana University Of Pennsylvania, pilihannya belajar masak di  Pittsburgh-Pennsylvania, menikahi seorang pria bule bernama Carson Quinn, hingga sempat mendirikan satu restoran di Phoenix Arizona. Lalu, wanita semampai berambut panjang ini juga bercerita tentang bagaimana ia berturut-turut menerima tawaran presenter kondang Helmy Yahya untuk menjadi bintang tamu sebuah event nasional, yang kemudian bersambung tawaran Trans TV untuk mengisi program acara memasak, yang akhirnya membuatnya terkenal seperti sekarang. Perempuan kelahiran Bandung, 8 April 1980 ini juga membuat pengakuan blak-blakan di depan pengunjung bahwa aslinya ia seorang doyan makan.

"Saya makan lima hari sekali lho. Jangan salah, itu penting untuk menjaga kondisi tubuh. Tapi yang paling penting pilihan makanannya," kata ibu dari Armand Quinn tersebut. Menurut Farah, waktu-waktunya untuk bersantap diawali sarapan pukul 07.00 untuk mengisi perut dengan karbohidrat,agar kuat menjalankan aktivitas pagi. Pukul 10.00, ia mengisi perut dengan serat, yang dapat dipenuhi dengan buah. Pukul 12.00 hingga pukul 13.00, ia kembali mengasup karbohidrat dan protein. Namun katanya, ia untuk sebisa mungkin menghindari nasi putih dan lebih memilih nasi beras merah. Pukul 16.00, Farah menikmati selingan makan diisi lagi dengan makanan yang bergizi dan berserat. Yang  terakhir dan tak kalah penting menurutnya, makan malam yakni pukul tujuh malam.

Di akhir demo masaknya, Farah berpesan kepada para pengunjung untuk tak takut bereksprerimen dalam soal memasak. Turun  dari panggung, Farah masih menyempatkan diri membuat reuni kecil dengan sejumlah kawan lamanya dari zaman bersekolah di SMP Negeri 7 Jambi. Satu di antara alumnus SMP Negeri 7 Jambi yang turut bereuni dengan Farah adalah Poppy Hafianti, yang kini seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

"Kata Farah soal Jambi banyak perubahannya, tapi selama di sini bring back memories. ''feels good to be here'. Terus tadi juga tanya kabar guru-guru SMP dan teman-teman lama, sampai aku teleponin satu-satu kawan-kawannya sampai mereka nyusul ke Citraland. Ini nunjukin dia nggak sombong," ucap wanita berjilbab yang merupakan kakak kelas Farah semasa SMP sekaligus tetangga sebelah rumah.

Oke, demikian dulu tulisan kami tentang pulang kampungnya Farah Quinn ini. Nah, untuk menutupnya perbolehkan kami meminjam kata-kata khas Farah Quinn di kala membawakan acara di tivi: 'This Is It...'.

<<<+>>>


CATATAN: Tulisan ini sebelumnya  dimuat di halaman 1 Harian Pagi Tribun Jambi pada Senin, 2 Juli 2011. Namun, untuk versi dalam blog ini ada sejumlah pengeditan kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar